Sidik jari mengandung keringat, dan tes ini memeriksa komposisi molekul sidik jari menggunakan spektrometri massa, sebuah sistem yang mengukur berat atom partikel dan molekul untuk mengidentifikasinya.
Profesor Penelitian Forensik, Francese membantu membuat profil tersangka kriminal dengan memberikan informasi tentang gaya hidup mereka.
Sidik jari mereka yang ternyata juga dapat mengidentifikasi kanker.
Penelitian rintisan ini menggunakan spektrometri massa ionisasi desorpsi laser matriks (MALDI-MS), menggunakan mesin yang diproduksi di inggris oleh waters corporation.
Diharapkan di masa depan, tes sidik jari yang sederhana dan non-invasif dapat menggantikan mammogram yang menyakitkan dan kebutuhan untuk mengunjungi pusat spesialis dengan staf terlatih.
Namun, Profesor Francese mengatakan saat ini hanya mammogram dan biopsi yang tersedia untuk menentukan kanker payudara.
Editor : Bahana.