Gelas kertas sering dianggap sebagai pilihan yang lebih baik daripada gelas plastik sekali pakai karena terkesan mudah terurai dan dapat didaur ulang.
Namun, kini peneliti menemukan bahwa gelas kertas memiliki bahaya tersembunyi yang perlu diperhatikan.
Gelas kertas dilapisi dengan plastik atau bahan kimia lain agar tahan air dan lemak.
Bahan-bahan ini, meskipun biodegradable, berpotensi beracun dan tidak mudah terurai sehingga dapat berdampak secara langsung terhadap lingkungan.
Hal ini meningkatkan risiko mikroplastik masuk ke tubuh manusia karena saat kita menuang air panas kedalam gelas tersebut zat berbahaya dari plastik akan melebur dan dapat masuk ke tubuh kita.
Bethanie Carney Almroth, Profesor Ilmu Lingkungan dari University of Gothenburg, mendorong perubahan pola pikir untuk mengurangi dampak lingkungan dan kesehatan akibat polusi plastik.
Dia menyarankan untuk menghindari gaya hidup dengan mengunakan barang barang sekali pakai.
Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membawa wadah pribadi saat membeli kopi untuk dibawa pulang seperti tumbler.
Dengan menanamkan kebiasaan tersebut, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjaga kesehatan diri sendiri.