RADAR JOGJA - Apple Inc batalkan rencana membuat mobil mewah swakemudi dan melepaskan impiannya untuk menjual apa yang disebut 'perangkat seluler pamungkas'.
Perusahaan raksasa itu malah beralih kembangkan Artificial Intelligence (AI) dan vision pro.
Artinya Apple Inc harus melepaskan potensi pendapatan miliaran dolar dari ide awal membuat mobil dan perangkat seluler mumpuni.
Mereka berharap taruhan besar lainnya termasuk AI generatif dan headset realitas campuran dapat membuat perbedaan.
Melansir dari Bloombergtechnoz.com, Apple menyampaikan kepada karyawannya. Mereka akan enghentikan proyek mobil dan menugaskan kembali beberapa staf upayamengembangkan AI.
Keputusan ini diambil setelah pertemuan panjang antara eksekutif atas dan dewan direksi perusahaan.
Chief Operating Officer Jeff Williams dan kepala proyek Kevin Lynch menyampaikan kabar ini kepada sekitar 2.000 anggota tim dalam sebuah pertemuan yang berlangsung kurang dari 15 menit.
Masa depan Apple tidak akan bergantung pada penjualan mobil seharga US$100.000 dengan fitur swakemudi.
Sebaliknya, Apple akan fokus untuk mengejar ketertinggalannya dari para pesaingnya di industri AI generatif, di mana chatbot dari OpenAI dan Google telah menarik perhatian konsumen dan investor.
Apple tak ingin kehilangan pangsa pasar di masa depan.
Pergeseran ini juga memungkinkan Apple untuk berkonsentrasi mengubah headset Vision Pro yang masih merupakan produk baru dan populer.
Baca Juga: Airlangga: Anggaran Makan Siang Gratis Rp 15.000 per Anak di Luar Susu
Para investor dan analis memuji langkah tersebut, yang memungkinkan Apple menghindari pasar kendaraan listrik yang semakin berbahaya dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut investor, upaya Apple mengalihkan sumber daya ke arah AI generatif adalah langkah yang tepat.
"Mengingat potensi keuntungan jangka panjang dari aliran pendapatan AI dibandingkan mobil," kata analis Bloomberg Intelligence Anurag Rana dan Andrew Girard.
Keputusan tersebut juga menghilangkan sumber pendapatan di masa depan pada saat Apple sedang berjuang untuk mempertahankan pertumbuhan.
Meskipun perusahaan berhasil keluar dari kemerosotan penjualan pada kuartal terakhir, perusahaan memperingatkan bahwa periode saat ini akan kembali lesu.
Sementara itu Vision Pro baru saja diluncurkan bulan ini dan diperkirakan tidak akan menjadi kontributor utama untuk pertumbuhan selama bertahun-tahun.
Jika dibandingkan dengan meluncurkan mobil, maka margin keuntungannya kecil. Kendati begitu, potensi pendapatannya sangat besar.
Ide ini telah lama disebut-sebut sebagai salah satu "hal besar berikutnya" yang terkenal dari Apple dan dapat mengunci konsumen dengan lebih kuat ke dalam ekosistem perusahaan.
Tesla Inc memimpin revolusi mobil listrik di Amerika Serikat (AS).
Tesla menghasilkan pendapatan hampir US$ 100 miliar tahun lalu (2023).
Selain itu, raksasa teknologi seperti Alphabet Inc dan para pesaingnya dari China tetap fokus pada mobil.
Baca Juga: Weton Kelahiranmu Apa? Berikut Weton yang Paling Pintar Menurut Primbon Jawa
Upaya mobil Apple selama satu dekade, yang dikenal sebagai Project Titan, juga merupakan tantangan AI tersendiri.
Apple berusaha membangun sistem kecerdasan buatan yang kuat dan cukup hemat energi untuk membuat mobil yang sepenuhnya otonom.
Dengan membatalkan produksi mobil swakemudi itu, Apple dapat lebih berkonsentrasi menerapkan AI pada produknya saat ini.
Termasuk iPhone dan iPad.
Serta menghindari ketertinggalan yang lebih jauh dari perusahaan teknologi lainnya, seperti Alphabet's Google, Amazon.com Inc, dan Microsoft Corp.
Baca Juga: Gelas Kertas yang Katanya Ramah Lingkungan, Masih Mengandung Plastik
Apple berencana untuk merilis kemampuan AI baru, termasuk alat yang lebih otomatis pengembangan perangkat lunak dan fitur meringkas artikel berita.
Fitur-fitur baru untuk iOS 18 akan dirilis sekitar September mendatang bersamaan dengan peluncuran seri iPhone berikutnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva