RADAR MALIOBORO - Google, perusahaan raksasa mesin pencari dunia, baru-baru ini merilis produk terbarunya yaitu browser berbayar yang diberi nama Chrome Enterprise Premium.
Produk ini dirancang khusus bagi pengguna bisnis dengan fitur keamanan data tingkat tinggi.
Google Chrome dikenal sebagai salah satu browser paling populer di dunia.
Kemudahan penggunaan dan beragam fitur tambahan yang bisa dipasang adalah beberapa alasan mengapa Chrome begitu digemari pengguna internet.
Akan tetapi, popularitas ini juga membawa tantangan tersendiri bagi Google.
Chrome menjadi target utama para peretas atau penyebar malware untuk mengeksploitasi celah keamanan yang ada di browser ini.
Menanggapi tantangan ini, Google meluncurkan Chrome Enterprise Premium.
Ini adalah versi berbayar dari Chrome yang dirancang khusus untuk pengguna bisnis.
Google memastikan bahwa browser ini dilengkapi dengan fitur keamanan tingkat tinggi untuk melindungi data pengguna.
Versi Chrome ini menawarkan dua opsi, yaitu Chrome Enterprise Core yang gratis dan Chrome Enterprise Premium yang berbayar.
Pengguna dapat memilih opsi berbayar dengan harga USD 6 atau sekitar Rp 96 ribu per bulan.
Salah satu keunggulan utama dari Chrome Enterprise Premium adalah fitur keamanannya.
Versi berbayar ini dilengkapi dengan fitur pencegah kehilangan data dan pemindai malware yang mendalam.
Fitur ini tentunya sangat berguna bagi pengguna bisnis untuk melindungi data-data penting mereka dari ancaman kejahatan siber.
Selain itu, Google juga tidak melupakan pengguna Chrome versi standar.
Perusahaan ini baru-baru ini mulai menguji fitur keamanan baru, di mana pengguna dapat memiliki kontrol lebih besar atas situs mana yang dapat mengakses mouse dan keyboard mereka.
Google juga menghadapi tantangan terkait privasi pengguna, khususnya terkait dengan mode Incognito di Chrome.
Tercatat ada gugatan class action yang diajukan pada tahun 2020 terkait pelacakan pengguna Incognito oleh Chrome.
Menanggapi hal ini, Google setuju untuk menghapus 'miliaran data' yang dikumpulkan secara tidak benar dari pengguna Chrome Incognito.
Langkah ini menunjukkan komitmen Google untuk lebih transparan dalam pengumpulan data dan menjaga privasi pengguna dengan lebih baik.
Editor : Meitika Candra Lantiva