Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hendak Saingi Artificial Intelligence, Neuralink Milik Elon Musk Tanam Chip Pada Manusia Kedua

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 8 Agustus 2024 | 04:20 WIB
Gambar Logo Neuralink Corporation (Sumber: Website Neuralink)
Gambar Logo Neuralink Corporation (Sumber: Website Neuralink)

RADAR MALIOBORO – Nama Elon Musk memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat dunia, setelah mengganti nama Twitter menjadi X, Pemilik Tesla ini juga mengembangkan teknologi yang digadang-gadang akan mengalahkan Artifisial Intellingence yang sudah ada saat ini, teknologi tersebut bernama Neuralink, sebenarnya konsep dari Neuralink ini cukup serupa dengan AI yaitu kecerdasan buatan yang nantinya akan membantu urusan umat manusia.

Neuralink sendiri adalah nama perusahaan neuroteknologi yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2016. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan antarmuka otak-komputer (brain-computer interface, BCI) yang bertujuan untuk menghubungkan otak manusia secara langsung dengan komputer atau perangkat digital lainnya.

Penggunaan dan Teknologi yang Digunakan

Penggunaan:

1. Medis: Neuralink awalnya berfokus pada aplikasi medis seperti membantu orang dengan kelumpuhan, penyakit saraf, atau kondisi lain yang mempengaruhi fungsi otak dan sistem saraf. Teknologi ini diharapkan bisa memungkinkan kontrol prostetik atau peralatan lain hanya dengan pikiran.

2. Pengembangan Kognitif: Potensi jangka panjang dari Neuralink termasuk peningkatan kemampuan kognitif manusia, seperti memori dan pembelajaran.

Teknologi:

1. Chip N1: Chip kecil yang ditanamkan di otak. Chip ini dilengkapi dengan elektroda tipis dan fleksibel yang lebih kecil dari sehelai rambut manusia, yang mampu membaca dan menulis sinyal saraf.

2. Robot Bedah: Neuralink telah mengembangkan robot bedah yang dirancang untuk menanamkan chip secara presisi dan minim invasif ke dalam otak.

3. Konektivitas Wireless: Chip ini dapat berkomunikasi secara nirkabel dengan perangkat eksternal, memungkinkan transfer data antara otak dan komputer.

"What is Telephaty?"

Produk pertama Neuralink akan disebut dengan nama Telephaty, sesuai dengan namanya produk ini akan berfokus pada kemampuan telepati, antara manusia dan teknolohi.

Menurut Elon Musk “Telephaty”, akan memungkinkan "pengendalian atas telepon atau komputer Anda, dan melalui keduanya, hampir semua perangkat, hanya dengan berpikir".

"Pengguna awal adalah mereka yang telah kehilangan fungsi anggota tubuhnya," lanjutnya.

Mengacu pada mendiang ilmuwan Inggris yang menderita penyakit motor neuron , ia menambahkan: "Bayangkan jika Stephen Hawking dapat berkomunikasi lebih cepat daripada juru ketik atau juru lelang. Itulah tujuannya."

"Pengalaman Pasien Neuralink"

Yang pertama melakukan tindakan implan chip Neuralink oleh Neuralink Corp ini adalah laki-laki bernama Noland Arbaugh yang berumur 29 yang lumpuh pada akhir Januari 2024. Robot digunakan untuk memasang chip yang menghubungkan otak laki-laki itu dengan komputer.

Tujuan awalnya untuk memungkinkan pasien mengendalikan kursor komputer lewat pikiran. Benang "ultra-halus" dari implan membantu mengirimkan sinyal ke otak pasie. Musk berharap, percobaan ini kelak akan mengatasi kondisi seperti obesitas, autisme, depresi, dan skizofrenia pada manusia. Neuralink telah melakukan uji coba pada hewan, termasuk babi dan monyet, dengan hasil yang menjanjikan.

Salah satu contoh terkenal adalah uji coba pada seekor monyet yang mampu memainkan video game hanya dengan pikirannya. Hingga saat ini, uji coba pada manusia belum dilakukan secara luas, tetapi perusahaan sedang dalam tahap persiapan untuk memulai uji klinis.

"Bagi perusahaan mana pun yang memproduksi peralatan medis, pengujian pertama pada manusia merupakan tonggak penting," kata Profesor Anne Vanhoestenberghe dari King's College London.

“Hal ini memberi saya kemampuan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri lagi tanpa memerlukan keluarga sepanjang waktu, siang dan malam,” ujar Arbaugh dilansir dari Laman Independent

Neuralink membutuhkan izin dari badan pengawas kesehatan seperti FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat untuk melakukan uji coba klinis dan komersialisasi perangkat mereka. Hingga saat ini, Neuralink telah mendapatkan beberapa izin untuk memulai uji coba pada manusia, tetapi izin penuh untuk penggunaan komersial masih dalam proses.

Elon Musk menyatakan bahwa Neuralink dapat membantu manusia bersaing dengan kecerdasan buatan (AI) yang semakin maju. Dengan antarmuka otak-komputer yang memungkinkan manusia untuk langsung mengakses dan berinteraksi dengan AI, Neuralink bisa meningkatkan kemampuan kognitif manusia dan mempertahankan relevansi manusia dalam dunia yang didominasi oleh AI.

Mereka baru-baru ini mendapatkan persetujuan FDA untuk memulai uji coba klinis pada manusia, yang merupakan langkah besar menuju komersialisasi. Elon Musk dan timnya juga terus memperbaiki teknologi implan dan robot bedah mereka untuk memastikan keamanan dan efektivitas.

Neuralink berada di garis depan dalam pengembangan teknologi BCI yang revolusioner, yang memiliki potensi besar untuk mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan berbagai kondisi medis.

Menurut keterangan dari Elon Musk Pada Bulan Agustus ini telah dilakukan percobaan pasien kedua, namun untuk identitas pasien ini masih dirahasiakan, meski demikian nantinya akan perlahan dipublikasikan seiring berjalannya keberhasilan dari Neuralink ini sendiri.

Mengutip komentar di postingan X “Ada saatnya nanti manusia gak perlu lagi belajar, cukup beli chip dan download kepintaran apa yg dimau” sepertinya di masa depan bukanlah hal yang mustahil.

(Rumyanah Irvadia)
Sumber:
- Twitter SMX dan berbagai

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Artifical Intelligence #elon musk akuisisi twitter #elon musk