Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Meta Hapus Lebih dari 2 Juta Akun: Strategi Tangguh Lawan Sindikat Kejahatan Digital di Seluruh Dunia

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 28 November 2024 | 18:40 WIB

Meta gencarkan langkah tegas, hapus 2 juta akun demi melawan kejahatan digital.
Meta gencarkan langkah tegas, hapus 2 juta akun demi melawan kejahatan digital.


RADAR MALIOBORO - Meta, perusahaan di balik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, baru-baru ini mengambil langkah besar dalam memberantas kejahatan dunia maya.

Sepanjang tahun 2024, lebih dari dua juta akun dihapus dari platform mereka sebagai bagian dari upaya melawan sindikat kriminal yang terorganisir.

Keputusan ini difokuskan pada menghentikan skema penipuan yang dikenal sebagai pig-butchering scams, di mana korban dijebak melalui investasi palsu.

Dalam laporan terbaru berjudul Cracking Down On Organized Crime Behind Scam Centers yang dirilis 21 November, Meta menyatakan sindikat penipuan tersebut banyak beroperasi di negara seperti Myanmar, Laos, Kamboja, Uni Emirat Arab, dan Filipina.

Kelompok ini menggunakan berbagai platform, mulai dari media sosial hingga aplikasi kripto, untuk mengelabui korban di seluruh dunia agar berinvestasi melalui cara-cara yang tidak sah.

Laporan tersebut juga menyoroti praktik kerja paksa di "kamp scam" yang dioperasikan sindikat.

Di lokasi ini, pekerja dipaksa menjalankan berbagai aksi penipuan, termasuk manipulasi pinjaman dan investasi kripto.

Meta menilai bahwa operasi tersebut sangat terorganisir untuk meningkatkan skala dan dampaknya.

Serangan dimulai dari berbagai platform digital, termasuk aplikasi kencan, email, serta layanan milik Meta seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Meta mencatat bahwa penipuan ini bertujuan untuk membawa korban ke aplikasi atau situs kripto palsu, di mana pelaku memiliki kendali penuh terhadap aktivitas korban.

Untuk melawan ancaman ini, Meta mengimplementasikan empat strategi utama.

Strategi pertama, melalui Kebijakan Organisasi Berbahaya (DOI), Meta secara tegas melarang kelompok yang mempromosikan kekerasan, kebencian, atau aktivitas kriminal di platform mereka.

Kedua, Meta mengawasi dan menindak upaya sindikat untuk menyiasati pemblokiran akun.

Ketiga, Meta menjalin kerja sama dengan mitra eksternal dan berbagai industri guna mempersulit operasi sindikat penipuan.

Keempat, Meta berbagi data intelijen dengan aparat penegak hukum di berbagai negara untuk meningkatkan perlindungan komunitas global.

Selain itu, Meta terus memperbarui fitur keamanan di platformnya. Pengguna Messenger dan Instagram kini akan menerima peringatan jika ada interaksi mencurigakan dari orang tak dikenal.

Di WhatsApp, pengguna dapat melihat informasi tambahan saat dimasukkan ke grup oleh orang asing, termasuk detail tentang pembuat grup dan waktu pembentukan grup tersebut.

Langkah-langkah ini menegaskan komitmen Meta dalam melindungi penggunanya dari ancaman online yang terus berkembang.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#facebook #instagram #kejahatan dunia maya #sindikat kriminal #perusahaan #whatsapp #meta