Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Akhirnya Terungkap! Studi Terbaru Temukan Alasan Genetik Mengapa Kucing Orange Kebanyakan Jantan

Bahana. • Kamis, 22 Mei 2025 | 21:19 WIB

 

Ilustrasi Kucing Orange (Sumber: Grok 3)
Ilustrasi Kucing Orange (Sumber: Grok 3)
Dua tim peneliti dari Kyushu University di Jepang dan Stanford University di Amerika Serikat berhasil mengungkapkan penyebab genetik di balik warna bulu orange pada kucing.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Kyushu University di Jepang, dipimpin oleh Profesor Hiroyuki Sasaki dari Medical Institute of Bioregulation dan Institute for Advanced Study.

Studi dimulai dengan analisis sampel DNA dari 18 kucing, yang terdiri atas 10 kucing berbulu orange dan 8 kucing dengan warna lain, untuk mengidentifikasi perbedaan genetik yang konsisten terkait warna bulu kucing.

Fokus utama penelitian adalah menemukan penanda genetik yang dapat menjelaskan pola pewarnaan orange, yang selama ini belum diketahui secara pasti.

Setelah mengidentifikasi kandidat gen yang diduga terlibat, tim memperluas penelitian dengan memvalidasi temuan awal pada 49 kucing tambahan.

Melalui teknik analisis molekuler, para peneliti menelusuri hubungan antara mutasi genetik dan distribusi pigmen pada bulu kucing, yang mengarah pada penemuan gen kunci yang terlibat dalam pewarnaan orange.

Studi ini dilakukan secara independen namun paralel dengan riset dari tim di Stanford University, Amerika Serikat, yang juga meneliti aspek genetika pewarnaan kucing dan mencapai kesimpulan serupa.

Temuan ini dipublikasikan secara bersamaan di jurnal ilmiah Current Biology pada 15 Mei 2025.

Kedua tim menemukan bahwa warna orange pada kucing berkaitan dengan mutasi berupa penghapusan (deletion) pada gen ARHGAP36, yang terletak di kromosom X.

Mutasi ini menyebabkan peningkatan ekspresi gen ARHGAP36.

Ekspresi gen yang berlebihan ini kemudian menekan produksi pigmen eumelanin (berwarna gelap seperti hitam atau cokelat) dan meningkatkan produksi pheomelanin (berwarna merah-kuning), sehingga menghasilkan warna bulu orange.

Penemuan ini juga menjelaskan alasan di balik dominasi warna orange pada kucing jantan.

Karena gen ARHGAP36 berada di kromosom X, kucing jantan (dengan kromosom XY) hanya memerlukan satu salinan mutasi untuk memunculkan warna orange.

Sebaliknya, kucing betina (XX) membutuhkan dua salinan, yang lebih jarang terjadi, sehingga kucing betina lebih sering menghasilkan pola campuran seperti calico atau tortoiseshell.

“Mengidentifikasi gen ini telah menjadi impian saya sejak lama, jadi sangat senang akhirnya bisa memecahkannya,” ujar Profesor Sasaki, yang juga dikenal sebagai pecinta kucing, dikutip dari Neuroscience News.

Penulis: Fadel Muhammad

Editor : Bahana.
#genetik #kucing