Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Akhir Era Langganan? Mengenal Affinity, Penantang Adobe Photoshop yang Tawarkan Performa Profesional

Magang Radar Malioboro • Senin, 5 Januari 2026 | 13:49 WIB
Aplikasi Affinity by Canva.
Aplikasi Affinity by Canva.

RADAR MALIOBORO - Dominasi absolut Adobe Photoshop yang selama berdekade-dekade menjadi 'kiblat' industri kreatif kini menghadapi tantangan.

Panggung desain grafis dan fotografi digital mulai bergetar dengan kehadiran Affinity, sang penantang baru yang sukses memicu gelombang migrasi para kreator konten.

Affinity muncul sebagai disrupsi di tengah gelombang tersebut, menawarkan proposisi nilai baru yang mencuri perhatian profesional di berbagai belahan dunia, termasuk para pegiat visual di Indonesia yang mulai meliriknya.


Affinity hadir membawa proposisi yang berani: menyuguhkan kapabilitas teknis setara standar industri Photoshop, namun dengan skema pembiayaan yang jauh lebih inklusif dan ekonomis.

Lantas, variabel apa yang sebenarnya menjadi senjata utama Affinity hingga ia diprediksi mampu meruntuhkan hegemoni Adobe?

Merangkum data dari berbagai literatur teknologi, berikut adalah bedah tuntas mengenai fenomena tersebut:

Lahir Kembali


Pada 26 Maret 2024, Canva melakukan lompatan strategis yang meredefinisi peta persaingan desain global.

Lewat akuisisi terhadap Serif Europe Ltd, pengembang lini produk Affinity, Canva secara efektif menjembatani kesenjangan antara pengguna kasual dan desainer profesional.

Langkah ini menjadi fondasi bagi lahirnya generasi baru platform Affinity yang kini teranyam rapat dalam infrastruktur ekosistem Canva.


Kamis (30/10/2025) menandai era baru di mana Canva resmi 'naik kelas'.

Baca Juga: Pecinta Es Teh Harus Tau Dampak Buruk Ini

Melalui peluncuran Affinity, platform yang selama ini identik dengan desain instan tersebut kini menawarkan kedalaman teknis yang serius.

Affinity hadir sebagai jawaban atas kebutuhan ruang kreatif yang lebih fleksibel, meleburkan batasan antara pengguna awam dan profesional dalam satu ekosistem berkinerja tinggi.

Manuver tersebut juga menjadi sinyal kuat peralihan fokus perusahaan dari sekadar penyedia template praktis menuju penyedia perangkat lunak desain yang komprehensif, mengakomodasi spektrum pengguna luas mulai dari pemula hingga praktisi ahli.

Apa Itu Aplikasi Affinity?


Jejak langkah Affinity bermula pada 2014, ketika Serif Europe Ltd memperkenalkan Affinity Designer secara eksklusif bagi pengguna MacOS.

Kala itu, mereka hadir dengan mandat jelas: menjadi alternatif profesional yang mendisrupsi pasar dengan menawarkan efisiensi tinggi dan skema harga yang jauh lebih bersahabat dibanding kompetitor utamanya, Adobe.

Tak berpuas diri, Serif Europe terus memperluas cakrawala bisnisnya dengan melahirkan Affinity Photo dan Affinity Publisher, melengkapi 'trinitas' perangkat lunak desain mereka.

Puncak dari evolusi ini terjadi pasca-akuisisi oleh Canva; sebuah kolaborasi strategis yang kini mentransformasi Affinity menjadi platform profesional all-in-one, menawarkan alur kerja terpadu yang mendobrak sekat-sekat aplikasi konvensional.


Affinity kemudian mendobrak sekat-sekat tradisional dengan meleburkan kemampuan olah vektor, penyuntingan foto, dan tata letak halaman ke dalam satu arsitektur berkinerja tinggi.

Lebih dari sekadar integrasi fitur, platform ini hadir sebagai antitesis terhadap 'penyakit' menahun industri desain.

Affinity menawarkan obat mujarab bagi desainer yang lelah dengan perangkat lunak lamban yang membebani sistem, alur kerja yang terfragmentasi, serta jeratan model berlangganan yang menguras biaya operasional.

Fitur Unggulan Affinity


Affinity mendefinisikan ulang efisiensi kerja lewat arsitektur all-in-one terbarunya.

Dengan mengintegrasikan kemampuan olah vektor, manipulasi foto, dan manajemen tata letak secara simultan, platform ini menawarkan fleksibilitas mutlak yang jarang ditemukan pada perangkat lunak sejenis.


1. Alat vektor


Fitur vektor di Affinity dirancang untuk desainer yang mengutamakan presisi pada garis, kurva, dan kisi.

Semua perubahan dapat dilihat secara real-time, dengan kemampuan memindahkan jalur atau memperbesar file secara mulus tanpa kehilangan kualitas.


2. Alat edit foto (pixel)


Bagi fotografer dan digital artist, fitur ini adalah jawaban atas kebutuhan akan presisi dan kecepatan.

Lewat mekanisme penyuntingan non-destructive, setiap langkah mulai dari retouching hingga olah data RAW, dapat direvisi kapan saja tanpa merusak piksel asli.

Keunggulan ini diperkuat oleh integrasi akselerasi GPU yang membuat proses rendering file berat terasa ringan, serta kehadiran fitur otomatisasi seperti filter langsung dan pemrosesan massal (batch) yang secara efektif mengeliminasi hambatan dalam alur kerja kreatif.


3. Alat tata letak (layout)


Menjawab tantangan dalam manajemen dokumen berskala besar seperti laporan korporat atau brosur editorial, fitur tata letak Affinity menawarkan orkestrasi visual yang presisi.

Pengguna dimanjakan dengan kemampuan integrasi aset grafis dan teks secara real-time, didukung oleh fitur smart master page dan kontrol tipografi tingkat lanjut yang menjamin konsistensi estetika dari halaman pertama hingga terakhir.

Cara Mengakses Aplikasi Affinity


Saat ini, Affinity sudah tersedia di Windows dan MacOS, dengan versi iPad yang akan segera dirilis.

Aplikasi ini juga mendukung berbagai format populer seperti PSD, AI, PDF, SVG, TIFF, dan IDML, sehingga pengguna dapat membuka dan mengedit file lintas platform tanpa memulai dari awal.


Langkah mengakses Affinity:


1. Instal aplikasi Affinity.
2. Login menggunakan akun Canva.
3. Izinkan akses akun Canva ke Affinity.
4. Klik “Izinkan” atau “Buka” jika diminta oleh browser.
5. Setelah muncul pesan sambutan, pilih “Peluncuran”. (Muhammad Aryo Witjaksono)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Affinity #desain grafis #Canva #fotografi digital #photoshop #Platform Affiliate