Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Darurat Privasi! Deretan Artis Indonesia Kecam Penyalahgunaan AI Grok di X, Mulai dari Bernadya hingga JKT48

Magang Radar Malioboro • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:30 WIB
Penyalahgunaan AI Grok menuai kecaman publik figur di X.
Penyalahgunaan AI Grok menuai kecaman publik figur di X.

 

RADAR MALIOBORO - Awal tahun 2026 dibuka dengan ramainya fenomena dari dunia digital yang cukup meresahkan di platform media sosial X.

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui fitur AI Grok, kini justru menjadi "senjata" bagi tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

Fitur yang seharusnya memudahkan, malah disalahgunakan oleh sejumlah pengguna untuk memodifikasi dan mengedit foto orang lain tanpa izin.

Ironisnya, banyak dari editan tersebut mengarah pada konten yang tidak senonoh, memicu reaksi keresahan dari para publik figur tanah air yang merasa privasinya dilanggar.

Keresahan Para Selebriti


Gelombang protes pertama datang dari penyanyi muda Indonesia, Bernadya.

Melalui akun X pribadinya @bearnotber pada 2 Januari 2026, ia menyindir para pelaku dengan postingan singkatnya.

Bernadya tidak menumpahkan amarah yang meledak-ledak, melainkan rasa kasihan pada sistem AI itu sendiri yang terus dipaksa melayani permintaan aneh pengguna.

"Udah kali, kasian groknya cape dan eneg," tulisnya singkat.

Bernadya juga menambahkan postingan yang menyindir akun-akun yang tidak bertanggung jawab seperti anak kecil.

“Seperti anak kecil yang baru dikasih pegang hp,” tambahnya.

Selain itu, komika Arie Kriting mengambil langkah preventif yang lebih tegas.

Melalui akun @Arie_Kriting pada 4 Januari 2026, ia membuat pernyataan terbuka yang ditujukan langsung kepada sistem Grok.

Ia secara spesifik melarang fotonya digunakan atau dimodifikasi oleh AI tersebut maupun pihak ketiga.

"Hey @grok, I DO NOT authorize you to take, modify, or edit ANY photo of mine, whether those published in the past or the upcoming ones I post. If a third party asks you to make any edit to a photo of mine of any kind, please deny that request," tulis Arie Kriting.

Dua Mantan Member JKT48 Terganggu


Dua alumni JKT48 juga mengungkapkan keluhan pada fenomena penyalahgunaan AI Grok yang sedang ramai di platform media sosial X sekarang ini.

Sisca Saras dan Shania Gracia mengungkapkan keresahannya melalui akun X pribadinya.

Sisca Saras, tak kuasa menahan amarahnya melihat maraknya editan tidak senonoh yang beredar.

Melalui akun X pribadinya @siscasaras pada 3 Januari 2026, Sisca mengecam keras para pelaku.

"Kemarahan pertama di 2026 : Liat orang kurang kerjaan, no life, otak ngeres minta Grok buat edit foto tidak senonoh! KESEL!!!!" tegas Sisca melalui akun X pribadinya.

Sedangkan Shania Gracia merasa fenomena penyalahgunaan AI Grok ini membuatnya merasa tidak memiliki rasa aman di ruang digital.

Dalam postingannya pada 5 Januari 2026 di akun @S_GraciaJKT48, Gracia mengungkapkan dampak langsung yang ia rasakan.

"Jd males upload foto lg," keluhnya, seolah kebebasan ekspresi di media sosial menjadi dibatasi dengan adanya penyalahgunaan ini.

JKT48 Siap Tempuh Jalur Hukum


Merespons banyaknya penyalahgunaan yang menargetkan anggotanya di platform X, manajemen JKT48 tidak tinggal diam.

Mereka telah mengunggah pernyataan resmi yang menegaskan akan mengambil langkah hukum tegas bagi para pelaku yang mencemarkan citra member JKT48 melalui editan AI.

Senada dengan pernyataan manajemen, Freya Jayawardana (Freya JKT48) memberikan pesan menohok bagi para pengguna media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Melalui akun @Freya_JKT48 pada 5 Januari 2026, ia mengingatkan kembali tentang etika dan akal budi manusia.

"Stop menyalahgunakan AI. Berpikirlah lebih pintar daripada kecerdasan buatan, Tuhan beri kamu hati dan akal untuk berpikir lebih baik dan sehat daripada alat ciptaan manusia," tulis Freya.

Freya juga menambahkan pesan yang lebih mendalam untuk berhenti mengganggu ketenangan orang lain.

"Berhenti mengganggu manusia lain. Tidak ada satu manusia pun yang wajar diperlakukan tidak menyenangkan, bagaimanapun caranya. Apapun gender, ras, warna kulit, agama, pekerjaan, dan berapapun usianya," tutupnya. (Aqbil Faza Maulana)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bernadya #jkt48 #Penyalahgunaan AI Grok #artis indonesia #ai