Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Vinyl Record Hanya Berupa Kepingan Saja, Begini Konsep Cara Kerjanya

Bahana. • Rabu, 4 Februari 2026 | 17:05 WIB

vinyl yang diputar dengan turntable (pinterest)
vinyl yang diputar dengan turntable (pinterest)
Meskipun sudah memasuki era digital dengan banyaknya platform streaming musik yang beredar rupanya tetap tidak mematikan beberapa media musik abad ke-19.

Ada dua jenis media yang masih digunakan sampai sekarang, yaitu compact disk (CD) dan piringan hitam atau vinyl record.

CD dapat digunakan secara umum, tidak hanya menyimpan musik saja tetapi dapat digunakan untuk menyimpan file-file tertentu sehingga masih terasa umum jika digunakan ketika teknologi sudah maju. Namun vinyl record memberikan kesan klasik yang jarang sekali orang temui saat ini.

Berbeda dengan CD yang jika telah digunakan akan dianggap barang bekas, vinyl baru maupun bekas tetap memiliki harga yang mahal.

Hal ini disebabkan karena vinyl memberikan kesan esklusif terutama pada cara pemutarannya yang membutuhkan turntable atau untuk dapat mendengar musik di dalamnya.

Memiliki bentuk berupa piringan hitam berbentuk lingkaran yang bahkan jika dijatuhkan akan patah ini membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara kerja kepingan tersebut dapat mengeluarkan suara.

Perlu diketahui dulu bahwa untuk memutar vinyl, alat putar seperti turntable sangat diperlukan.

Menggunakan prinsip cara kerja fonograf karya Thomas Alva Edison, dimana dibutuhkan corong penampung suara, diafragma, jarum, dan silinder yang dilapisi timah untuk merekam suara.

Suara yang diterima oleh corong penampung akan menggetarkan diafragma dan jarum. Jarum lalu mengukir silinder berlapis kertas timah berdasarkan getaran suara yang didapatkan.

Hal itu menghasilkan rekaman yang jika diputar balik akan mengeluarkan suara yang sama.

Vinyl merupakan silinder berlapis kertas timah pada prinsip tersebut. Bedanya, vinyl terbuat dari polivinil klorida (PVC).

Dulu piringan hitam menggunakan bahan dasar shellac yang berat dan mudah pecah, oleh karena itu diubahlah bahan dasarnya menjadi vinyl yang lebih ringan.

Perubahan bahan ini mendorong penyesuaian alat putar, jika dulu piringan hitam dapat diputar menggunakan garmafon, kini piringan hitam diputar dengan turntable. Sama-sama menggunakan jarum, bedanya ada pada kebutuhan amplifier dan speaker.

Jarum pada turntabel membaca simpanan gelombang suara pada vinyl dan meneruskannya ke lengan nada yang menciptakan getaran pada cartridge.

Getaran tersebut berubah menjadi listrik yang kemudian dialirkan menjadi gaya gerak menggetarkan speaker sehingga dihasilkan gelombang suara.

Begitulah cara kerja vinyl record dalam merekam dan memutar lagu di dalamnya.

Penulis: Hanifah Fajri Nurhikmah

Editor : Bahana.
#vinyl