CALIFORNIA – Pesawat eksperimental NASA X-59 QueSST (Quiet Supersonic Technology) berhasil menyelesaikan penerbangan ketiganya pada Rabu, 26 Maret 2026.
Penerbangan ini berlangsung sekitar satu jam di sekitar NASA Armstrong Flight Research Center, California, Amerika Serikat, menandai kemajuan signifikan dalam misi Quesst untuk mewujudkan penerbangan supersonik yang tenang di atas daratan.
Menurut pengumuman resmi dari akun NASA Aeronautics (@NASAaero) di platform X, pesawat lepas landas dan mendarat di dekat pusat penelitian tersebut.
Tim NASA memanfaatkan penerbangan ini untuk mengevaluasi performa subsonik dan integrasi sistem pesawat.
Baca Juga: Dari Antariksa ke Kain Batik, Kisah Kreatif Siswa SMP Stella Duce 1 Jogja di Gelar Karya TBY
"NASA sangat antusias memiliki jet supersonik tenang ini kembali di udara!" tulis NASA.
Penerbangan berikutnya diprediksi segera dilakukan sebagai bagian dari serangkaian tes intensif sepanjang 2026.
Desain Inovatif yang Mengubah Sonic Boom Menjadi 'Thump' PelanX-59 QueSST memiliki desain khas dengan hidung yang sangat panjang dan ramping, dibangun oleh Lockheed Martin Skunk Works.
Bentuk unik ini dirancang untuk membentuk ulang gelombang kejut (shockwaves) saat melaju di atas kecepatan suara (supersonik), sehingga sonic boom yang biasanya menggelegar seperti petir berubah menjadi suara "thump" atau dentuman pelan yang mirip menutup pintu mobil.
Teknologi ini menjadi jawaban atas larangan penerbangan supersonik komersial di atas daratan Amerika Serikat sejak 1973 akibat kebisingan sonic boom.
Baca Juga: Sampah Libur Lebaran di Kota Jogja Diklaim Terkendali, DLH : Hanya Naik Tujuh Persen
Melalui misi Quesst, NASA akan mengumpulkan data respons masyarakat terhadap suara ini untuk mendukung perubahan regulasi FAA (Federal Aviation Administration), membuka peluang pesawat penumpang supersonik yang lebih cepat dan efisien.
Penerbangan ketiga ini melanjutkan kesuksesan dua penerbangan sebelumnya.
Penerbangan pertama dilakukan pada Oktober 2025.
Sementara penerbangan kedua pada 20 Maret 2026 sempat dipersingkat karena isu teknis ringan, tetapi tetap memberikan data berharga.
Tes ini fokus pada perluasan envelope penerbangan, mulai dari kecepatan rendah hingga mendekati Mach 1.4 di ketinggian 55.000 kaki.
Dampak bagi Industri Penerbangan Global
Keberhasilan X-59 berpotensi merevolusi dunia aviasi.
Baca Juga: Setelah Avengers Endgame, Mengapa Film Superhero Marvel Tak Lagi Segarang Dulu?
Waktu tempuh penerbangan antarkota bisa dipangkas drastis — misalnya dari Jakarta ke Singapura hanya dalam hitungan menit lebih singkat dibandingkan pesawat konvensional.
Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lalu lintas udara tinggi, teknologi ini bisa mendukung konektivitas antarwilayah yang lebih cepat dan ramah lingkungan di masa depan.
"Memecahkan masalah sonic boom akhirnya membuat penerbangan supersonik komersial layak lagi," komentar salah satu pengguna X yang merespons positif postingan NASA.
NASA menargetkan puluhan penerbangan tes sepanjang tahun ini untuk memvalidasi performa akustik dan keselamatan pesawat.
Data yang terkumpul akan dibagikan kepada regulator internasional guna membuka era baru quiet supersonic flight. (iwa)
(Sumber: Pengumuman resmi NASA Aeronautics via X, situs NASA.gov)
Editor : Iwa Ikhwanudin