YOGYAKARTA – Kabar gembira bagi pertahanan udara Indonesia! Pesawat angkut taktis berat Airbus A400M kedua milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) telah resmi diterima pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pengiriman ini menandai tonggak penting modernisasi armada transportasi udara TNI AU, yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI yang luas sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh akun resmi Airbus Defence melalui platform X (Twitter). "Congratulations to Indonesia on taking delivery of its second #A400M! The aircraft will boost the nation’s heavy airlift capabilities, and enable it to perform various military and humanitarian missions with ease," tulis Airbus Defence.
Pesawat dengan nomor registrasi A-4002 ini melengkapi unit pertama yang telah tiba pada November 2025. Kedua pesawat tersebut merupakan bagian dari kontrak pengadaan dua unit A400M yang ditandatangani Indonesia pada 2021 saat Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Keunggulan Airbus A400M untuk TNI AUA400M dikenal sebagai pesawat angkut multirole generasi baru yang mampu mengangkut hingga 37 ton muatan dengan jangkauan lebih dari 3.300 km. Pesawat buatan Eropa ini memiliki kemampuan:
Angkut pasukan dan kendaraan berat secara cepat ke daerah terpencil.
Misi kemanusiaan seperti evakuasi bencana alam di wilayah rawan gempa dan tsunami seperti di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan seluruh Nusantara.
Pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refuelling) berkat pod di bawah sayap.
Operasi di landasan pendek dan medan sulit, jauh lebih unggul dibanding armada C-130 Hercules yang mulai menua.
Dengan hadirnya A400M kedua ini, TNI AU semakin siap mendukung operasi militer, logistik strategis, serta bantuan kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Presiden Prabowo Subianto bahkan pernah menyatakan kemungkinan negosiasi untuk tambahan empat unit A400M lagi guna memperkuat armada secara signifikan.
Bagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah, kehadiran armada A400M ini memberikan rasa aman ekstra. Lanud Adisutjipto Yogyakarta sebagai salah satu basis penting TNI AU bisa semakin optimal mendukung misi penanggulangan bencana, evakuasi medis darurat, hingga distribusi logistik cepat saat terjadi erupsi Merapi atau bencana lainnya.
"Penguatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun pertahanan yang modern dan tangguh, sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman serta bencana alam," ujar sumber di lingkungan pertahanan.
Pengiriman A400M kedua ini menjadi bukti nyata upaya modernisasi alutsista TNI AU di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Sebelumnya, Indonesia telah menjadi operator ke-10 pesawat A400M di dunia.
Netizen di media sosial pun antusias, banyak yang berharap agar armada ini segera dilengkapi modul air ambulance dan peralatan pemadam kebakaran hutan seperti yang pernah diinstruksikan Presiden Prabowo.
Radar Malioboro akan terus memantau perkembangan armada TNI AU ini. Bagaimana pendapat Anda tentang penguatan pertahanan udara Indonesia? (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin