Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jarang Banget, Su-27SKM TNI AU yang Hanya 3 Unit di Dunia Ini Keluar Hangar, Ciri Khasnya Bikin Langka

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB
Salah satu unit dengan nomor ekor TS-2703 terlihat sedang roll out dari hangar dalam foto yang beredar luas di media sosial. (@RealAirPower1)
Salah satu unit dengan nomor ekor TS-2703 terlihat sedang roll out dari hangar dalam foto yang beredar luas di media sosial. (@RealAirPower1)

Yogyakarta – Pesawat tempur Su-27SKM milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali menjadi sorotan.

Salah satu unit dengan nomor ekor TS-2703 terlihat sedang roll out dari hangar dalam foto yang beredar luas di media sosial. 

Meski tampak seperti Su-27 Flanker biasa, varian ini ternyata sangat langka dan hanya dimiliki Indonesia. 

Menurut akun spesialisasi militer @RealAirPower1 di platform X, hanya tiga unit Su-27SKM yang pernah diproduksi di dunia, dan ketiganya berada di skuadron TNI AU, tepatnya Skadron Udara 11 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Baca Juga: Puncak Mudik 2026: Konsumsi BBM Gasoline di Jateng-DIY Capai 20 Ribu KL dalam Sehari

Ciri pembeda utamanya adalah probe pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling probe) yang terletak tepat di belakang nose radome. 

Posisi ini unik dan tidak ditemukan pada produksi Flanker lainnya. 

Indonesia awalnya mendatangkan dua unit Su-27SK pada awal 2000-an sebagai bagian dari modernisasi alutsista. 

Kemudian, melalui kontrak tahun 2007 senilai sekitar US$300 juta, Rusia mengirimkan tiga unit Su-27SKM tambahan pada September 2010. 

Bahkan, dua unit Su-27SK lama sempat di-upgrade ke standar SKM pada 2017, sehingga total armada Flanker single-seat TNI AU mencapai lima unit. 

Baca Juga: Belanda Larang Ponsel di Sekolah, Hasilnya Prestasi Siswa Meningkat, Pelajaran untuk Pendidikan di Indonesia?

Varian SKM ini dirancang khusus untuk kebutuhan TNI AU, termasuk kemampuan refueling di udara dengan tanker Il-78. 

Fitur ini sangat penting untuk memperpanjang jangkauan operasi di wilayah Nusantara yang luas, dari Sabang sampai Merauke.

Foto TS-2703 yang viral menunjukkan pesawat sedang keluar hangar, kemungkinan untuk rutinitas perawatan atau persiapan latihan. 

Meski armada ini sudah berusia lebih dari 15 tahun, Su-27SKM tetap menjadi andalan Skadron Udara 11 untuk misi superioritas udara.

Seperti banyak pesawat era Soviet/Rusia lainnya, Su-27SKM menghadapi tantangan perawatan dan suku cadang. 

Baca Juga: Sri Sultan HB X Gelar Open House Lebaran 2026 di Kompleks Kepatihan Jogja Besok: Warga Diajak Silaturahmi Langsung, 70 Angkringan Disiapkan Gratis

Beberapa laporan menyebutkan ketersediaan operasional yang fluktuatif, meski TNI AU terus melakukan pemeliharaan rutin.

Saat ini, TNI AU sedang gencar memodernisasi armada tempurnya. 

Indonesia telah menerima batch pertama Rafale dari Prancis pada Januari 2026, sebagai bagian dari kontrak besar hingga 42 unit. 

Rafale diharapkan secara bertahap menggantikan pesawat-pesawat tua termasuk Su-27/Su-30 Flanker menuju dekade 2030-an. 

Selain Rafale, TNI AU juga mengoperasikan F-16 dan Su-30MK2 yang lebih modern. 

Baca Juga: Kapal Perang Rusia dari Armada Pasifik Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Bakal Digelar Open Ship Day dan Latihan Bersama TNI AL

Kehadiran Su-27SKM yang super langka ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi TNI AU. 

Keunikan desainnya dengan probe refueling di posisi khas membuatnya berbeda dari ratusan Flanker lain di dunia. (iwa) 

(Sumber: Utas X @RealAirPower1, data teknis dari berbagai sumber pertahanan terbuka) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#TNI AU Terima Rafale Pertama #Era Baru Pertahanan Udara Indonesia #Skadron Udara 11 Makassar #Rumah Para Flanker TNI AU #Su-27SKM TNI AU #Su-27SKM Indonesia #TS-2703 #pesawat tempur langka TNI AU #Apa itu Su-27SKM #Mengapa Su-27SKM langka