Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

NVIDIA RTX Spark: Chip Super AI Pertama untuk Laptop Windows Tipis, Bisa Jalankan Game 100 FPS di Baterai dan Model 120 Miliar Parameter Lokal

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:51 WIB
Jensen Huang mengumumkan berakhirnya era "CPU terpisah + GPU terpisah" yang mendominasi PC selama 30 tahun.
Jensen Huang mengumumkan berakhirnya era "CPU terpisah + GPU terpisah" yang mendominasi PC selama 30 tahun.

RADAR MALIOBORO – NVIDIA resmi menggebrak dunia komputasi pribadi dengan meluncurkan RTX Spark Superchip, chip pertama mereka khusus untuk PC konsumen.

"Chip revolusioner ini mengintegrasikan CPU ARM Grace, GPU Blackwell RTX, dan hingga 128GB unified memory dalam satu silikon 3nm, menghadirkan performa AI hingga 1 petaflop di laptop setipis 14mm," ujar bos Nvidia Jensen Huang. 

Pengumuman ini disampaikan dalam keynote Computex 2026 dan langsung menjadi sorotan karena mengakhiri era "CPU terpisah + GPU terpisah" yang mendominasi PC selama 30 tahun.

RTX Spark menandai era baru di mana laptop Windows bukan lagi sekadar alat, melainkan stasiun AI pribadi yang mampu beroperasi sepenuhnya offline. 

Baca Juga: Video Viral, Fenomena Red Sprite 'Hantu Merah' Muncul di Langit Tibet, Mirip Sci-Fi tapi 100% Nyata

Dalam demo langsung, RTX Spark menjalankan game berat seperti Forza Horizon 6 dan 007 First Light di resolusi 1440p dengan 100 FPS stabil, hanya mengandalkan baterai tanpa throttling.

Chip ini juga mendukung teknologi NVIDIA unggulan seperti DLSS, Ray Tracing, dan Reflex.

Yang lebih mengejutkan, superchip ini mampu menjalankan model AI besar hingga 120 miliar parameter secara lokal tanpa bergantung pada cloud, API, atau langganan bulanan.

"Agen AI pribadi Anda kini tinggal di mesin sendiri, aktif 24 jam, dan hanya milik Anda," ujar sumber terkait dalam bahasan publik. 

Baca Juga: Cinta Laura Kiehl Berani Kritik Kebijakan Pemerintah yang Morat-Marit: "Badut Gemoy" hingga Serukan Kembali ke Pangan Lokal

Dengan arsitektur unified memory hingga 128GB, RTX Spark menawarkan efisiensi daya tinggi dan cocok untuk kreator, developer AI, serta gamer yang menginginkan performa tinggi dalam desain ultraportable.

RTX Spark menjadi jawaban NVIDIA atas dominasi Apple Silicon di segmen laptop tipis berperforma tinggi.

Chip ini menggunakan CPU ARM 20-core (berkolaborasi dengan MediaTek) yang dipadukan dengan GPU Blackwell berkekuatan 6.144 CUDA cores.

Laptop dan mini PC berbasis RTX Spark dijadwalkan hadir mulai musim gugur 2026 dari mitra besar seperti ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft Surface, dan MSI. 

Baca Juga: Melek Konten NSFW di Media Sosial: Mengapa Filter Mandiri Kini Jadi Keharusan?

Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran RTX Spark berpotensi membawa era AI lokal yang lebih terjangkau dan privasi lebih baik, karena pemrosesan data tidak lagi bergantung sepenuhnya ke server luar.

Meski harga belum diumumkan, produk ini diprediksi akan menjadi incaran para profesional kreatif, gamer, dan pelaku bisnis yang membutuhkan komputasi AI cepat tanpa biaya langganan cloud berkelanjutan.

Teknologi ini juga membuka peluang bagi pengembang lokal untuk membangun aplikasi dan agen AI berbasis Windows yang berjalan native di perangkat.

(Sumber: NVIDIA Official, Computex 2026, dan thread tech terkini)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#RTX Spark #Apple Silicon #laptop tipis #Performa Tinggi #nvidia