Konten Buatan AI Kini Bisa Dilacak, Begini Cara Kerja Penanda Rahasia Claude 

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB
Ilustrasi aplikasi AI. (Unsplash)
Ilustrasi aplikasi AI. (Unsplash)

 


RADAR MALIOBORO - Anthropic resmi menandatangani Kode Praktik Transparansi Konten AI, aturan turunan dari Undang-Undang AI Uni Eropa Pasal 50 ayat 2.

Setiap konten yang dihasilkan Claude akan diberi "tanda" khusus, semacam sidik jari digital yang bisa dideteksi, meski tidak kelihatan mata telanjang.

Kenapa perlu ditandai?

Aturan Uni Eropa ini lahir dari kekhawatiran akan konten buatan AI yang semakin sulit dibedakan dari buatan manusia.

Baca Juga: Bendera Merah Putih Sepanjang 25 Meter Dibentangkan di Peron Stasiun Yogyakarta, Peringati HUT RI

Fungsi dari tanda ini bukan melarang orang menggunakan AI, namun memberi konteks tambahan soal asal-usul sebuah konten, supaya orang yang membacanya tahu informasi macam apa yang sedang mereka konsumsi.


Bagaimana cara kerjanya?

Ada dua metode yang dipakai Claude dan keduanya berjalan bersamaan.

Pertama, watermark tersembunyi di dalam teks.

Begitu Claude menghasilkan tulisan, ada tanda air yang disisipkan langsung ke teksnya, tidak kelihatan, tidak mengubah makna atau kualitas tulisan sama sekali.

Baca Juga: Unik! Kucing Ikut Lomba Panjat Pinang 17-an, Berebut Kepala Ayam

Karena tanda ini menyatu dengan teksnya sendiri, ia akan tetap terbawa meski teks itu di copy paste ke tempat lain.

Bahkan bisa bertahan meski sudah diedit sebagian.

Kedua, metadata provenance untuk file.

Jika Claude menghasilkan file seperti gambar (png, jpg) atau svg, akan ditempel semacam "label digital" yang ditandatangani secara resmi.

Mengikuti standar internasional bernama C2PA, yang juga dipakai berbagai perusahaan teknologi lain di dunia.

Label ini bisa mengonfirmasi apakah file itu memang diproses lewat Claude sekaligus mendeteksi kalau filenya sudah diotak-atik.

Baca Juga: The Javanese Cultural Festival 2026, Ruang Lintas Budaya Ndalem Yudhonegaran

Berlaku di mana saja?

Penandaan ini berlaku di seluruh produk Claude, mulai dari aplikasi chat biasa, Claude Code, Claude Cowork, sampai versi API-nya, dan berlaku di seluruh dunia tidak hanya di Eropa.

Kalau kamu akses Claude lewat platform cloud lain seperti AWS, Google Cloud, atau Microsoft, watermark teksnya tetap berlaku, meski dukungan metadata file bisa berbeda tergantung platformnya.

Namun jika ada tanda bukan berarti otomatis konten itu 100 persen murni buatan AI.

Banyak orang memakai Claude hanya untuk mengoreksi tulisan, menerjemahkan, atau meringkas dokumen.

Baca Juga: Dean Lewis Tuangkan Luka dan Kerinduan dalam Lagu “With You”

Jadi meski di hasil akhir ada tandanya, ide dan isi aslinya bisa saja tetap dari manusia.

Jadi, tanda ini paling tepat dipahami sebagai petunjuk tambahan, bukan bukti mutlak yang bisa langsung dipercaya seratus persen.

Sejak kapan berlaku?

Model Claude yang dirilis pada atau setelah 2 Agustus 2026 sudah otomatis mendukung fitur ini sejak awal peluncurannya.

Untuk model-model Claude yang lebih lama, Anthropic mengaku masih dalam proses menambahkan dukungan serupa, mengikuti masa transisi yang memang diberikan aturan Uni Eropa ini.



Editor : Meitika Candra Lantiva
Konten Buatan AI Penanda Rahasia Claude Anthropic Undang-Undang AI Uni Eropa ai