RADAR MALIOBORO - Pesawat listrik berbasis baterai berukuran terbesar di dunia, X1, berhasil menjalani penerbangan perdananya di Amerika Serikat.
Dalam uji coba tersebut, pesawat yang dikembangkan Heart Aerospace itu mengudara selama 27 menit di wilayah New York.
Hal yang menarik dari penerbangan tersebut adalah biaya energi yang digunakan.
Heart Aerospace menyebut kebutuhan listrik untuk menerbangkan X1 selama 27 menit sekitar 5 dollar AS atau setara kurang lebih Rp 80.000.
Baca Juga: Era Robot Dimulai! Tesla, Uber, dan Waymo Kantongi Izin Operasikan Ribuan Robotaxi di Las Vegas
X1 merupakan pesawat yang dikembangkan Heart Aerospace, perusahaan aviasi yang awalnya didirikan di Swedia dan saat ini berkantor pusat di Amerika Serikat.
Dari Gulf News, Rabu (19/8/2026), penerbangan perdana X1 berlangsung pada Rabu (12/8/2026) di Plattsburgh International Airport, New York.
Dalam pengujian tersebut, X1 berhasil mencapai ketinggian sekitar 335 meter atau 1.100 kaki.
Pesawat itu kemudian berada di udara selama hampir 30 menit sebelum kembali melakukan pendaratan.
Baca Juga: ChatGPT Kini Bisa Kirim Pesan iPhone, OpenAI Rilis Plug-in Apple Messages
Berbeda dari pesawat konvensional yang mengandalkan bahan bakar fosil, X1 mengandalkan sistem propulsi yang seluruhnya mendapat pasokan energi dari baterai.
Sistem kelistrikan tersebut mampu menghasilkan daya lebih dari 1 megawatt.
Dari sisi dimensi, X1 memiliki bentang sayap sekitar 32 meter dan panjang mencapai 23 meter.
Bobot pesawat ketika lepas landas tercatat lebih dari 11,3 ton.
Dengan ukuran dan teknologi tersebut, X1 tercatat sebagai pesawat bertenaga baterai listrik terbesar yang telah berhasil mengudara.
Baca Juga: Dua Karyawan Binance di Uni Emirat Arab Dibebaskan Usai Diperiksa Soal Aliran Dana
Penerbangan perdana itu dilakukan setelah Heart Aerospace memperoleh Special Airworthiness Certificate untuk kategori eksperimental dari Federal Aviation Administration (FAA), lembaga yang mengatur penerbangan sipil di Amerika Serikat.
Selama pengujian berlangsung, tim Heart Aerospace tidak hanya melihat kemampuan X1 saat berada di udara.
Sejumlah tahapan penerbangan turut diperiksa, termasuk pergerakan pesawat di landasan, proses tinggal landas, fase menanjak, manuver selama penerbangan hingga pendaratan.
Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui sejauh mana teknologi propulsi listrik dapat digunakan pada pesawat dengan ukuran yang semakin mendekati kebutuhan penerbangan komersial.
Baca Juga: Viral, Sekelompok Orang Selawatan di Gerbong MRT, Soal Kenyamanan dan Etika Jadi Perbincangan Publik
Selain kemampuan terbang, konsumsi energi X1 juga menjadi salah satu perhatian dalam penerbangan perdananya.
Penerbangan selama 27 menit itu hanya membutuhkan listrik sekitar 5 dollar AS atau sekitar Rp 80.000.
Biaya tersebut menjadi gambaran awal mengenai potensi efisiensi energi yang dapat ditawarkan teknologi propulsi listrik apabila diterapkan pada pesawat berukuran lebih besar.
Editor : Meitika Candra Lantiva