Sejarah Baru, Operasi Tumor Otak Dibantu AI Secara Langsung

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:49 WIB
Hibbert menjadi pasien pertama di dunia yang berhasil menjalani prosedur pengangkatan tumor otak dengan bantuan langsung dari teknologi kecerdasan buatan (AI).(Nový Čas)
Hibbert menjadi pasien pertama di dunia yang berhasil menjalani prosedur pengangkatan tumor otak dengan bantuan langsung dari teknologi kecerdasan buatan (AI).(Nový Čas)

Sejarah baru tercipta dalam dunia kedokteran setelah seorang pria asal Inggris menjadi pasien pertama di dunia yang menjalani operasi pengangkatan tumor otak dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) secara langsung selama prosedur berlangsung.

Operasi tersebut dilakukan di National Hospital for Neurology and Neurosurgery, London, yang merupakan bagian dari University College London Hospitals (UCLH).

Pasien bernama Rhys Hibbert, 48 tahun, menjalani operasi untuk mengangkat tumor pada kelenjar pituitari. Tumor tersebut berisiko mengganggu penglihatannya sehingga diperlukan tindakan medis untuk mengangkatnya dengan tingkat ketelitian tinggi.

Masalah kesehatan Hibbert bermula ketika ia tiba-tiba mengalami kejang saat sedang berjalan pada Desember 2024. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan adanya tumor pada kelenjar pituitari.

Baca Juga: Anggaran ASN 2027 Naik RP20 Triliun, Gaji PNS Ikut Naik?

Seiring waktu, kondisi tersebut berkembang dan mulai memengaruhi penglihatannya serta keseimbangan hormon dalam tubuh. Karena tumor terus menimbulkan ancaman terhadap fungsi penglihatan, Hibbert kemudian memutuskan menjalani operasi.

Pada saat yang sama, ia bersedia menjadi pasien pertama dalam penelitian yang menguji pemanfaatan AI secara langsung saat operasi otak berlangsung.

Teknologi yang digunakan dalam prosedur tersebut memiliki perbedaan dibandingkan pemanfaatan AI yang hanya mengandalkan hasil pemeriksaan sebelum operasi.

Dalam penelitian ini, sistem AI menganalisis rekaman video yang berasal dari kamera bedah secara real time. Teknologi tersebut kemudian membantu menandai berbagai struktur penting di bagian dasar otak, termasuk area anatomi yang harus dihindari dokter ketika melakukan pengangkatan tumor.

Sistem AI itu dikembangkan oleh tim peneliti dari UCL Hawkes Institute. Sebelumnya, teknologi tersebut dilatih menggunakan rekaman dari operasi pituitari yang telah dilakukan sebelumnya.

Penggunaan AI di ruang operasi diharapkan dapat memberikan informasi tambahan kepada tim bedah mengenai struktur anatomi yang terlihat dalam tayangan langsung selama prosedur.

Ketelitian menjadi salah satu faktor paling penting dalam operasi otak. Pasalnya, saraf, pembuluh darah, dan berbagai kelenjar berada dalam ruang yang sangat berdekatan.

Kesalahan dalam mengenali atau menyentuh struktur tertentu berpotensi menimbulkan komplikasi serius, termasuk gangguan penglihatan.

Dengan bantuan AI, dokter dapat memperoleh penanda tambahan mengenai struktur yang terlihat selama operasi. Informasi tersebut membantu tim bedah menentukan bagian yang perlu dihindari sembari berupaya mengangkat tumor sebanyak mungkin dengan tetap mempertahankan fungsi penting di sekitarnya.

Baca Juga: Kembali Meroket, Intip Alasan Musik Lokal Makin Digemari!

Operasi yang dilakukan pada Mei 2026 tersebut akhirnya berhasil mengangkat tumor Hibbert. Yang tak kalah penting, fungsi penglihatannya juga berhasil dipertahankan.

Keberhasilan ini menjadi tahap awal untuk melihat sejauh mana AI dapat membantu dokter dalam menangani prosedur bedah yang kompleks.

Meski demikian, para peneliti masih perlu melakukan berbagai evaluasi untuk memastikan teknologi tersebut memiliki tingkat keamanan dan akurasi yang memadai serta benar-benar memberikan manfaat bagi pasien sebelum diterapkan secara lebih luas.

Bagi Hibbert, keikutsertaannya dalam penelitian tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Ia tidak hanya menjalani pengobatan, tetapi juga turut menjadi bagian dari tahap awal pengembangan teknologi medis yang memadukan keahlian dokter dengan kemampuan analisis AI secara langsung di ruang operasi.

Editor : Bahana.
kedokteran tumor otak Teknologi Kesehatan operasi otak ai