JOGJA – Teknologi 3D printing kini semakin dekat dengan masyarakat Yogyakarta. Bambu Lab melalui PT Tek Lab Indonesia (TekLab), selaku distributor resmi Bambu Lab di Indonesia, menghadirkan Bambu Lab Showcase di Urban Republic, Plaza Ambarrukmo.
Showcase yang dibuka pada September 2026 tersebut menjadi yang pertama bagi Bambu Lab di Kota Yogyakarta. Kehadirannya ditujukan untuk memperkenalkan teknologi 3D printing sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat dan mencoba langsung berbagai kemungkinan yang ditawarkan teknologi manufaktur digital.
Yogyakarta sendiri dikenal memiliki ekosistem yang kuat di bidang kreativitas, seni, desain, dan pendidikan. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi perkembangan 3D printing karena teknologi ini dapat digunakan untuk menerjemahkan gagasan digital menjadi produk fisik.
Penggunanya pun tidak terbatas pada kalangan profesional. Pelajar, mahasiswa, desainer, kreator, maker, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga entrepreneur dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk berbagai kebutuhan.
Baca Juga: “Watu Cilik” Sri Redjeki, Lagu Kocak dari Jogja yang Menyimpan Kritik Sosial
Mulai pembuatan prototype, miniatur, produk custom, perangkat pendukung pembelajaran, hingga berbagai karya kreatif dapat dikerjakan menggunakan 3D printer.
Country Head PT Tek Lab Indonesia Jeffry Rianto mengatakan, karakter Yogyakarta sebagai kota kreatif sekaligus pendidikan menjadi salah satu alasan penting hadirnya Bambu Lab Showcase di kota ini.
Menurutnya, banyak ide dan talenta potensial di Yogyakarta yang dapat berkembang apabila mendapatkan akses terhadap teknologi yang sesuai.
“Yogyakarta memiliki karakter yang sangat kuat sebagai kota kreatif dan edukasi. Kami melihat banyak sekali potensi ide dan talenta yang bisa berkembang ketika mereka mendapatkan akses terhadap teknologi yang tepat,” ujar Jeffry.
Karena itu, Bambu Lab Showcase tidak hanya diarahkan sebagai tempat untuk memajang produk. Masyarakat juga dapat datang untuk mengenal, mencoba, dan mempelajari penggunaan 3D printer secara langsung.
Jeffry berharap kehadiran showcase tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap teknologi 3D printing yang selama ini kerap dianggap rumit dan hanya digunakan untuk kebutuhan industri atau engineering.
Perkembangan teknologi membuat penggunaan 3D printer semakin praktis. Ditambah dengan pilihan perangkat dan harga yang lebih beragam, teknologi tersebut kini dinilai semakin terbuka untuk masyarakat umum.
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa 3D printer adalah teknologi yang rumit atau hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Bambu Lab menghadirkan teknologi yang mudah digunakan dengan pilihan produk dan harga yang semakin accessible,” katanya.
Menurut Jeffry, masyarakat bahkan dapat memulai dari sekadar rasa penasaran. Dari eksperimen sederhana, teknologi tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi karya personal, produk, hingga peluang usaha.
Bisa Lihat dan Coba Langsung
Baca Juga: IPO SpaceX Bikin Hidup Berubah, Pasangan Ini Tinggalkan Pekerjaan dan Keliling Dunia Setahun
Kehadiran Bambu Lab Showcase juga menawarkan pengalaman langsung bagi pengunjung. Selain melihat berbagai perangkat dan contoh hasil cetak 3D, pengunjung dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan printer maupun proses printing.
Masyarakat juga dapat memperoleh bantuan dalam proses perakitan perangkat serta mempelajari cara mengoperasikan 3D printer secara langsung.
Sejumlah program promosi turut disiapkan bagi pelanggan yang ingin mulai menggunakan perangkat Bambu Lab.
Dengan hadirnya showcase pertama Bambu Lab di Yogyakarta, masyarakat memiliki akses yang lebih dekat untuk mengenal teknologi digital manufacturing. Ruang tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bertemunya teknologi dengan kreativitas masyarakat, baik untuk kebutuhan pendidikan, personal, industri kreatif, maupun pengembangan bisnis.
Bambu Lab Showcase dapat dikunjungi di Urban Republic, Plaza Ambarrukmo Lantai Dasar, Yogyakarta.
Editor : Bahana.