RADAR MALIOBORO – Sistem pembayaran digital Indonesia kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. QRIS Antarnegara meraih 50-in-5 Awards 2026 untuk kategori kolaborasi dalam ajang yang digelar Digital Public Goods Alliance (DPGA) bersama Co-Develop.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event yang berlangsung bersamaan dengan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menerima penghargaan tersebut sebagai perwakilan Indonesia pada 21 September 2026.
Ajang 50-in-5 merupakan inisiatif global yang mendorong negara-negara mengembangkan infrastruktur publik digital yang aman, inklusif, dan dapat saling terhubung.
Kategori kolaborasi diberikan kepada kemitraan lintas negara yang dinilai berhasil menerapkan atau memperluas teknologi digital dengan memperhatikan sejumlah aspek. Di antaranya interoperabilitas, keamanan, inklusi, serta dampak nyata dari penerapannya.
Baca Juga: Dekan FK-KMK UGM Soroti Pentingnya Libatkan Kelompok Rentan dalam Kesiapsiagaan Pandemi
QRIS Antarnegara dikembangkan dengan menghubungkan sistem pembayaran Indonesia dengan infrastruktur pembayaran digital di negara mitra.
Melalui konektivitas tersebut, masyarakat dapat melakukan transaksi lintas negara menggunakan sistem pembayaran yang telah tersedia. Dengan demikian, negara-negara yang terhubung tidak harus menggunakan satu platform pembayaran yang sama.
Hingga Juli 2026, konektivitas QRIS Antarnegara telah dikembangkan bersama Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Sejak implementasi awal pada 2022 hingga Juli 2026, pengguna dari negara mitra tercatat melakukan sekitar 21 juta transaksi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp5,90 triliun.
Sementara itu, masyarakat Indonesia melakukan sekitar 4,67 juta transaksi di negara mitra dengan nilai mencapai Rp1,73 triliun.
Angka tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital dalam mendukung aktivitas masyarakat ketika melakukan perjalanan, termasuk untuk kebutuhan wisata maupun transaksi ekonomi.
Pertumbuhan QRIS Antarnegara juga tidak terlepas dari semakin luasnya penggunaan QRIS di dalam negeri.
Bank Indonesia mencatat hingga Juli 2026 terdapat 45,46 juta merchant QRIS. Sebanyak 96,69 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Besarnya jumlah merchant tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara yang berasal dari negara-negara yang sistem pembayarannya telah terkoneksi dengan QRIS.
Baca Juga: Lebih Takut Orang Kurang Tidur daripada Makan Kurang Nasi, Ini Alasannya Menurut Dokter Yohana
Dengan sistem pembayaran yang semakin terintegrasi, wisatawan dapat bertransaksi secara lebih praktis ketika membeli produk maupun menggunakan jasa dari pelaku usaha di Indonesia.
Bank Indonesia menyatakan pengembangan QRIS Antarnegara akan terus diarahkan ke negara-negara yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia.
Fokus pengembangan mencakup negara dengan hubungan ekonomi dan perdagangan yang kuat, destinasi pariwisata utama, serta negara yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat tinggi dengan Indonesia.
Penghargaan 50-in-5 Awards 2026 menjadi salah satu pengakuan terhadap perkembangan QRIS dalam membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara.
Ke depan, perluasan konektivitas tersebut diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat melakukan transaksi di luar negeri, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha domestik, khususnya UMKM, dalam menjangkau konsumen dan wisatawan mancanegara.
Editor : Bahana.