Meta Rilis Kacamata AI Tanpa Kamera, Ray-Ban Meta Audio Dibanderol Mulai Rp5,5 Juta

Bahana. • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 11:24 WIB
Ray-Ban Meta Audio
Ray-Ban Meta Audio

Meta resmi memperkenalkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) pertamanya yang tidak dilengkapi kamera. Perangkat bernama Ray-Ban Meta Audio tersebut diperkenalkan dalam konferensi Connect 2026 pada Rabu.

Peluncuran kacamata ini menjadi langkah Meta untuk menjawab berbagai kritik terhadap potensi penyalahgunaan kacamata AI, terutama terkait penggunaan kamera untuk merekam orang lain tanpa persetujuan.

Sejumlah pihak bahkan sebelumnya menjuluki kacamata AI sebagai "kacamata mesum" karena munculnya kasus penggunaan perangkat tersebut untuk merekam video secara diam-diam.

Berbeda dengan lini kacamata AI Meta sebelumnya, Ray-Ban Meta Audio hanya mengandalkan fitur audio. Perangkat tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan musik dan podcast, menerima panggilan telepon, menerjemahkan percakapan, serta berkomunikasi dengan asisten AI Meta, Muse.

Kacamata ini dikembangkan Meta bersama EssilorLuxottica, perusahaan yang menjadi mitra dalam pengembangan perangkat keras AI Meta. Harga Ray-Ban Meta Audio dibanderol mulai 349 dolar AS atau sekitar Rp5,8 juta jika dikonversikan dengan kurs Rp16.500 per dolar AS.

Baca Juga: Aksi Kreatif, Sulap Jilbab Bekas Jadi Atap Peneduh Taman Sekolah

Tanpa Kamera, Lebih Ringan dan Tipis

Meta saat ini telah memiliki sejumlah model kacamata AI dengan berbagai pilihan desain, warna, dan kemampuan. Namun, keberadaan kamera pada perangkat tersebut sempat menimbulkan persoalan reputasi.

Kritik bermunculan setelah sejumlah pengguna, terutama laki-laki, diketahui memanfaatkan kacamata AI untuk merekam video tanpa sepengetahuan maupun persetujuan orang yang menjadi objek rekaman.

Meta sebelumnya berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan memperbarui sistem keamanan. Kamera akan dinonaktifkan apabila lampu LED yang menjadi indikator perekaman diketahui telah dirusak atau dimanipulasi.

Meski demikian, kekhawatiran mengenai penggunaan kamera secara diam-diam tetap ada.

Ray-Ban Meta Audio hadir tanpa kamera sehingga memiliki bodi yang lebih ramping dibandingkan model kacamata AI Meta lainnya. Bobotnya hanya sekitar 43 gram.

Perangkat ini juga dilengkapi ujung gagang yang dapat disesuaikan, bantalan hidung yang bisa diganti, serta engsel dengan kemampuan perpanjangan.

Meta mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 12 jam dalam sekali pengisian. Jika menggunakan casing pengisi daya yang disertakan, total daya tahan baterai dapat mencapai 48 jam.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan gagasan tersebut muncul setelah perusahaan menyadari bahwa kualitas audio yang tinggi dapat menjadi kebutuhan tersendiri bagi pengguna.

Menurut Zuckerberg, Meta kemudian melihat peluang untuk menciptakan kategori baru kacamata yang berfokus pada pengalaman audio.

Hadir dalam 23 Kombinasi Warna dan Lensa

Ray-Ban Meta Audio akan tersedia dalam 23 kombinasi warna dan lensa. Meta juga menyiapkan dua desain baru, yakni gaya retro "Clubmaster" dan "Burbank".

Model Burbank memiliki bentuk bingkai persegi panjang yang disebut Meta mengusung desain klasik dan tak lekang oleh waktu.

Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas USD 64.000, Lebih dari 75 Persen Suplai Masuk Zona Profit

Seperti lini kacamata Meta lainnya, perangkat tersebut juga dapat dipesan menggunakan lensa sesuai resep optik pengguna.

Ray-Ban Meta Audio mulai dapat dipesan melalui sistem pre-order pada 13 Oktober mendatang.

Meta Juga Perkenalkan Ray-Ban Meta Gen 3

Dalam acara yang sama, Meta turut memperkenalkan generasi terbaru kacamata AI yang masih menggunakan kamera, yakni Ray-Ban Meta Gen 3.

Selain model Wayfarer, generasi terbaru tersebut akan tersedia dalam dua desain baru, yaitu Aviator dan Zena. Model Zena memiliki bentuk bingkai yang menyerupai gaya cat-eye.

Ray-Ban Meta Gen 3 dibekali kamera 12 megapiksel yang mampu merekam video hingga resolusi 3K Ultra HD. Perangkat tersebut juga menggunakan sistem enam mikrofon dan memiliki daya tahan baterai hingga sembilan jam.

Meta juga memperluas pilihan gaya dan warna pada lini kacamata AI hasil kerja sama dengan EssilorLuxottica.

Perusahaan tersebut sekaligus mengumumkan kolaborasi baru dengan penyanyi Lisa. Kerja sama itu menyusul kemitraan Meta sebelumnya dengan Kylie Jenner.

Meta juga menyatakan kacamata AI buatannya akan tersedia di lebih banyak negara.

Dilengkapi Asisten AI Muse

Baca Juga: New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

Seluruh kacamata AI Meta nantinya akan mendapatkan akses ke asisten AI personal terbaru perusahaan, Muse.

Meta juga mengungkap sejumlah fitur yang sedang dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah dukungan Dolby Atmos Capture, fitur pemilihan foto terbaik dari beberapa frame, pilihan mode lanskap atau potret, serta peningkatan kemampuan audio bagi pengguna dengan gangguan pendengaran.

Selain itu, Meta menyiapkan respons AI yang lebih detail, pilihan mode audio berbeda, kontrol yang dapat disesuaikan pengguna, serta fitur bernama "private processing".

Fitur tersebut diklaim Meta dirancang untuk mencegah perusahaan melihat data pengguna ketika fitur AI digunakan.

Dengan Ray-Ban Meta Audio, Meta tidak hanya mencoba memperluas penggunaan teknologi AI pada perangkat wearable, tetapi juga menawarkan alternatif kacamata pintar yang tidak memiliki kamera. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya perusahaan meredam kekhawatiran mengenai privasi yang selama ini mengikuti perkembangan kacamata AI.I

Editor : Bahana.
Ray-Ban Meta Audio kacamata AI EssilorLuxottica teknologi ai meta