Serangan Siber Berbasis AI Sasar Gereja Besar Korea Selatan, Data 850 Ribu Jemaat Terancam Bocor

Perawati • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:36 WIB
Serangan Siber Berbasis AI Sasar Gereja Besar Korea Selatan, Data 850 Ribu Jemaat Terancam Bocor
Serangan Siber Berbasis AI Sasar Gereja Besar Korea Selatan, Data 850 Ribu Jemaat Terancam Bocor

RADAR MALIOBORO – Serangan siber yang diduga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) menyasar dua gereja besar di Korea Selatan. Insiden tersebut mengancam keamanan data pribadi ratusan ribu jemaat.

Dugaan serangan terungkap setelah perusahaan keamanan siber Oasis Security menemukan jejak aktivitas peretasan, data sensitif, serta informasi akun jemaat yang tersimpan di sebuah server di luar negeri.

Temuan tersebut berkaitan dengan Gereja Yoido Full Gospel di Seoul dan Gereja Sarang di distrik Seocho, Seoul.

Oasis Security menyebut terdapat indikasi kuat bahwa pelaku menggunakan perangkat berbasis AI dalam menjalankan aksinya. Dugaan itu antara lain terlihat dari adanya instruksi penggunaan sub-agents serta laporan aktivitas serangan yang tersusun secara otomatis.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena penggunaan AI dalam serangan siber memungkinkan pelaku mengotomatisasi sejumlah tahapan serangan, termasuk pengumpulan informasi dan pengelolaan data hasil peretasan.

Pihak Gereja Yoido Full Gospel kemudian mengonfirmasi bahwa sekitar 850.000 data anggotanya berpotensi terdampak dalam insiden tersebut.

Data yang diduga terekspos mencakup nama lengkap dan tanggal lahir. Selain itu, terdapat pula sebagian data terkait pembaruan nomor identitas nasional, alamat tempat tinggal, serta nomor telepon.

Baca Juga: Putusan MK soal Ijazah Gibran Disebut Kompromi Politik, Afon Nahak Desak DPR Gunakan Hak Pengawasan

Menindaklanjuti temuan tersebut, Gereja Yoido Full Gospel mengambil sejumlah langkah pengamanan. Akses eksternal ke sistem diblokir, seluruh kata sandi server diganti, dan jemaat yang berpotensi terdampak mendapatkan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, Gereja Sarang juga membentuk tim tanggap darurat untuk menangani insiden tersebut.

Pihak gereja turut melaporkan dugaan serangan kepada otoritas terkait. Langkah itu dilakukan untuk mengungkap sumber serangan, mengetahui motif pelaku, sekaligus mencegah kemungkinan kerugian yang lebih besar.

Kasus ini menambah perhatian terhadap ancaman serangan siber yang memanfaatkan teknologi AI di Korea Selatan.

Sebelumnya, sejumlah lembaga keuangan di negara tersebut juga dilaporkan menghadapi serangan siber yang berdampak pada keamanan data nasabah.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung turut menyoroti perkembangan ancaman siber tersebut. Ia menyatakan adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan pemanfaatan AI dalam gelombang serangan siber yang belakangan terjadi.

Kasus yang menyasar dua gereja besar tersebut kini masih dalam proses penyelidikan. Sejumlah pihak terkait berupaya memastikan jenis data yang benar-benar diakses atau dicuri serta sejauh mana dampaknya terhadap para jemaat.

 

Editor : Bahana.
serangan siber data jemaat Gereja Yoido Full Gospel korea selatan ai