Mark Zuckerberg Gandeng Google, Proyek AI Biologi Diguyur Rp4,7 Triliun

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 15:24 WIB
Getty / Futurism
Getty / Futurism

Google ikut bergabung dalam proyek ambisius Biohub untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di bidang biologi. Organisasi riset nirlaba yang didukung Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan itu kini mendapat dukungan pendanaan dan teknologi dari sejumlah perusahaan besar.

Dalam pengembangan terbaru, Google DeepMind, Isomorphic Labs, dan Meta secara bersama-sama menyiapkan dana sebesar USD 300 juta atau sekitar Rp4,7 triliun untuk mendukung program tersebut.

Program yang dikenal sebagai Virtual Biology Initiative itu diarahkan untuk membangun kumpulan data biologis berskala besar. Dataset tersebut nantinya digunakan untuk melatih model AI yang dirancang memahami berbagai proses biologis.

Salah satu target utamanya adalah menciptakan model sel virtual. Teknologi ini diharapkan dapat membantu para peneliti memprediksi bagaimana sel merespons obat, perubahan genetik, maupun intervensi biologis lainnya sebelum pengujian dilakukan secara langsung di laboratorium.

Biohub menyebut perluasan program tersebut membuat total komitmen yang berhasil dihimpun mencapai sekitar USD 1,8 miliar atau lebih dari Rp28 triliun.

Namun, angka tersebut tidak seluruhnya berupa suntikan dana tunai. Komitmen itu juga mencakup penyediaan data, kapasitas komputasi, teknologi pengukuran, serta dukungan penelitian dari berbagai lembaga.

Baca Juga: Jangan Langsung Dibuang! Ini 7 Cara Kreatif Mengolah Makanan Sisa di Rumah

Selain perusahaan teknologi, Departemen Energi Amerika Serikat juga berencana mengalokasikan lebih dari USD 500 juta selama lima tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengukuran laboratorium, pemodelan, serta kebutuhan komputasi dalam proyek.

Sementara itu, National Institutes of Health (NIH) akan membantu mengoordinasikan berbagai dataset dan sumber pengetahuan yang sebelumnya dihasilkan melalui pendanaan riset federal.

Data tersebut nantinya diupayakan memiliki standar yang lebih seragam sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pengembangan dan pelatihan model AI.

Biohub menargetkan dataset awal dari proyek tersebut dapat dihasilkan dalam waktu sekitar satu tahun. Setelah itu, pengembangan model prediktif akan terus dilakukan agar mampu memberikan hasil yang semakin akurat dalam beberapa tahun berikutnya.

Jika target tersebut tercapai, teknologi ini berpotensi mengubah proses penelitian biologi. Para ilmuwan nantinya dapat melakukan simulasi secara digital untuk menyaring berbagai hipotesis dan menentukan eksperimen yang paling menjanjikan sebelum mengalokasikan sumber daya untuk penelitian di laboratorium.

Dengan pendekatan tersebut, AI tidak hanya digunakan untuk menganalisis data biologis yang sudah tersedia, tetapi juga diarahkan menjadi alat untuk memodelkan dan memprediksi proses biologis yang kompleks.

Editor : Bahana.
Mark Zuckerberg Google DeepMind AI Biologi Biohub meta