Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Apa yang Terjadi pada Kulit Jika Cleansing Oil Digunakan Terlalu Sering?

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 10 Oktober 2024 | 11:19 WIB
ilustrasi seorang wanita sedang memijat wajah menggunakan cleansing oil (pinterest)
ilustrasi seorang wanita sedang memijat wajah menggunakan cleansing oil (pinterest)

RADAR MALIOBORO - Cleansing oil dikenal efektif membersihkan wajah, tetapi jika digunakan terlalu sering, bisa berdampak negatif pada kulit. Berikut adalah beberapa efek samping yang perlu diperhatikan:

1. Kerusakan Skin Barrier
Penggunaan berlebihan dapat menghilangkan minyak alami kulit, menyebabkan lapisan pelindung kulit (skin barrier) rusak. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan terhadap iritasi.

2. Ketidakseimbangan Minyak Alami
Kulit yang kehilangan minyak alami akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai respons. Hal ini bisa membuat kulit menjadi lebih berminyak atau justru sangat kering dan pecah-pecah.

3. Risiko Breakout
Cleansing oil yang digunakan terlalu sering dapat menyumbat pori-pori, terutama jika residu tidak dibilas sempurna. Ini meningkatkan risiko jerawat dan komedo.

4. Kulit Bisa Kehilangan Kelembapan
Meski cleansing oil dikenal melembapkan, penggunaan berlebihan dapat menghilangkan kelembapan alami, membuat kulit terasa kering dan kusam.

5. Kulit Lebih Sensitif
Kulit yang terlalu sering dibersihkan dengan cleansing oil cenderung menjadi lebih sensitif, bereaksi negatif terhadap bahan-bahan aktif lainnya seperti retinol atau asam.

Cara Menggunakan dengan Bijak
Gunakan cleansing oil sekali sehari, terutama di malam hari, diikuti dengan pembersih berbasis air (double cleansing). Jika terjadi iritasi, kurangi frekuensi atau gunakan produk yang lebih lembut.

Dengan penggunaan yang tepat, cleansing oil bisa tetap bermanfaat tanpa merusak kulit. *

(Ndayu Fulandari) berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#terlalu #Sering #kesehatan #kulit #Cleansing Oil