RADAR MALIOBORO - Dalam situasi tertentu, seseorang bisa mengalami perubahan pada dirinya sendiri.
Namun, sulit untuk mendefinisikan apa yang sedang dialami.
Terkadang seseorang selalu menutupi apa yang terjadi, atas situasi yang dialami.
Mungkin seseorang itu merasa cemas atau depresi. Mungkin juga mengalami keduanya.
Menurut health.clevelandclinic.org, ini adalah definisi kecemasan atau depresi yang disebabkan oleh perubahan keadaan yang memengaruhi suasana hati dan energi seseorang.
Dalam situasi di mana kita merasa terancam, kecemasan menimbulkan rasa waspada dan ketakutan pada tubuh manusia.
Di sisi lain, depresi mengacu pada keadaan di mana kita merasa sedih dan kehilangan harapan.
Meskipun terdengar berbeda, kecemasan dan depresi terjadi bersamaan dan terkait satu sama lain.
Seorang psikiater Karen Jacobs memberikan gambaran umum tentang apa yang dapat kita pelajari tentang kecemasan atau depresi. Simak penjelasannya !
1. Kecemasan
Kecemasan didefinisikan sebagai rasa khawatir yang dialami secara berlebihan, meskipun ada alasan untuk khawatir.
Namun, ketika kecemasan itu persisten, itu menjadi masalah yang signifikan bagi kita.
“Tidak apa-apa untuk khawatir tentang hasil ujian atau berbicara tentang kenaikan gaji dengan atasan Anda sesekali,” kata Jacobs.
"Tetapi, jika hal ini mulai terjadi secara teratur dan menjangkau seluruh bidang kehidupan anda, maka itu mungkin merupakan sinyal bahwa Anda sedang menghadapi sesuatu yang lebih besar," terang Jacobs.
Kekhawatiran yang terus-menerus dan parah (terkadang tidak sebanding dengan apa yang sebenarnya terjadi), berpikir secara berlebihan, membayangkan situasi atau hasil yang lebih buruk, keragu-raguan, takut, ketidakmampuan untuk bersantai, perasaan gelisah, kesulitan fokus atau kegelisahan fisik adalah gejala gangguan kecemasan.
Selain itu, gejala fisik yang disebabkan oleh kecemasan termasuk ketegangan otot dan sesak dada. Seperti:
- Merasa lelah atau letih
- Palpitasi jantung
- Sesak napas
Jika mengalami gejala kecemasan seperti yang disebutkan, maka seseorang harus segera memulai pengobatan karena kecemasan yang berkepanjangan merupakan masalah yang berbahaya bagi kesehatan kita.
2. Depresi
Meskipun ada perbedaan besar antara kesedihan dan depresi klinis, depresi adalah sebuah perasaan sedih yang dialami seseorang.
Jika kesedihan tidak terlalu parah atau tidak hilang.
Saat kita mengalami kesedihan, itu wajar dan tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari kita.
Namun, depresi dapat mengganggu mood anda dan menghalangi anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Di antara tanda-tanda depresi adalah perasaan sedih dan putus asa serta kehilangan minat.
- Kesulitan tidur.
- Merasa lelah.
- Perubahan nafsu makan.
- Rasa sakit atau nyeri fisik yang tidak dapat dijelaskan.
- Merasa tugas kecil membutuhkan usaha ekstra.
- Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
- Perasaan tidak berharga dan rendah diri, serta suasana hati yang tertekan.
Hal tersebut menunjukkan depresi.
Sehingga kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari akan terganggu jika kecemasan dan depresi ini terus berlanjut.
Tidak peduli apakah kecemasan dan depresi muncul secara bersamaan atau terpisah, mereka harus segera diobati karena jika kita membiarkan mereka berkembang, mereka akan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pengobatan kecemasan dan depresi dapat mencakup terapi wicara, terapi perilaku kognitif (CBT), atau pengobatan kombinasi keduanya.
Kesehatan mental seperti simpul yang kusut, tetapi dengan dukungan, pengobatan, dan perawatan yang tepat, kita dapat menghindari kecemasan dan depresi. (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Indah Siska Pratiwi, Berhasil Jadi Fashion Designer karena Suka Gambar
Editor : Meitika Candra Lantiva