RADAR MALIOBORO – Jangan menganggap remeh stress, karena stress bakal berakibat buruk jika dibiarkan begitu saja dan dibiarkan tanpa penanganan dari diri sendiri.
Setiap manusia pasti akan mengalami fase stress di dalam kehidupannya.
Stress adalah respon tubuh dari tekanan yang timbul dalam kehidupannya.
Dalam jangka pendek, stress dianggap normal dan tidak berbahaya jika anda nisa mengendalikanya, tapi bagaimana jika stress berlangsung dalam jangka panjang ?
Stress jangka panjang dapat menyebabkan efek yang berbeda.
Mari kita simak apa saja yang dapat terjadi jika stress terjadi dalam jangka panjang !
- Depresi dan kecemasan
- Penyakit jantung
Stres kronis telah lama dikaitkan dengan memburuknya kesehatan jantung.
Berdasarkan tinjauan analisis JAMA, ada beberapa cara stres berkontribusi terhadap penyakit jantung.
Detak jantung yang lebih cepat dan penyempitan pembuluh darah merupakan manifestasi fisik dari respons kondisi stress.
Hal ini terjadi karena meningkatnya hormon adrenalin, neoadrenalin, dan kortisol.
Jika tubuh dibiarkan dalam kondisi di atas dalam waktu lama, maka jantung dan sistem kardiovaskular lainnya bisa mengalami kerusakan.
- Pilek
- GERD
Bukan rahasia lagi, stress memang bisa memicu refluks gastroesofageal (GERD) dan masalah pencernaan lainnya.
Stress diketahui dapat memengaruhi motalitas saluran pencernaan.
Selain GERD, stres juga bisa memicu masalah pencernaan lain seperti sindrom iritasi usus besar, radang usus, diare, dan masih banyak lagi.
Rasa nyeri kronis
Beberapa kondisi nyeri kronis seperti migrain dan nyeri punggung bagian bawah bisa dipicu oleh stress.
Nyeri punggung bagian bawah, misalnya, yang dapat diperburuk saat otot-otot tubuh menegang kala stress.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2021 mengkonfirmasi hubungan antara stress dan nyeri punggung bawah kronis.
Peneliti menyimpulkan, dokter yang merawat pasien dengan nyeri punggung bawah juga diperlukan mengevaluasi tingkat stress pasien. (Zihan Yafi Alghani/Radar Malioboro)
Baca Juga: Ini Dia Makanan yang Membahayakan Otak Jika Dikonsumsi Berlebihan. Apa Saja?
Editor : Meitika Candra Lantiva