RADAR MALIOBORO - Saat berpuasa Ramadhan, Anda sering kali merasa haus dibandingkan lapar. Untuk menghilangkan dehidrasi pada tubuh, terkadang seseorang terlalu banyak minum air putih setelah berbuka puasa dan juga saat sahur.
Puasa di Bulan Ramadhan memang tidak luput dari takjil minuman segar yang menggoda. Hal itu yang membuat Anda merasa kelebihan cairan akibat terlalu banyak minum saat sahur dan berbuka, sehingga sering keluar masuk kamar mandi untuk buang air kecil.
Akan tetapi, bagaimana jika beberapa dari Anda yang jarang mengonsumsi minuman, namun seringkali merasa ingin kencing. Sebaiknya ketahui pola makan Anda dengan baik saat sahur dan buka puasa Ramadhan.
Keadaan yang membuat Anda sering buang air kecil secara mendesak dan tidak bisa ditunda juga membuat ketidaknyamanan pada kandung kemih. Persoalan ini bisa menjadi gejala dari penyakit ginjal, karena mengonsumsi terlalu banyak cairan.
Dikutip dari HuffPost, Dr Gareth Nye sebagai Pemimpin Program Ilmu Kedokteran di Universitas Chester menyampaikan tahapan dehidrasi pada tubuh manusia. Ia juga menjelaskan cara kerja kandung kemih pada saluran kencing manusia.
"Kandung kemih diibaratkan sebagai 'ruang tunggu' saluran air kencing yang tersimpan sebelum dikeluarkan," ujar Dr Nye.
"Ginjal juga terlibat menyaring darah di tubuh kita. Karena dibutuhkan racun dan produk limbah untuk menjaga produk yang dibutuhkan tubuh. Air merupakan salah satu produk utama yang dapat disaring, dikeluarkan atau disimpan dalam jumlah yang berbeda berdasarkan tubuh kita," tambah Dr Nye.
Diketahui kandungan cairan dalam tubuh kita rata-rata 60-70 persen, dan sebagian besar kehilangan cairan terjadi melalui urin, keringat, feses, dan pernapasan. Dr Nye menjelaskan, meski tubuh mengalami dehidrasi, kandung kemih harus membuang racun sehingga menghasilkan urin lebih banyak.
Hal ini terlihat dari perbedaan warna urin yang dihasilkan saat berpuasa. Anda merasa tubuh Anda dehidrasi karena kekurangan cairan.
"Tahap awal dehidrasi adalah rasa haus, yang muncul ketika 2 persen dari berat badan hilang. Sinyal yang merangsang otak kita saat sedang dehidrasi juga bekerja pada ginjal untuk mengirimkan lebih sedikit air ke kandung kemih, sehingga menjaga air di dalam tubuh dan membuat urin menjadi lebih gelap. Tubuh anda perlu membuang racun agar tetap memproduksi urine meskipun anda mengalami dehidrasi," lanjut Dr Nye.
"Poin pentingnya adalah tubuh kita bisa bertahan cukup lama tanpa minum dan tidak menunjukkan perubahan urin yang keluar. Biasanya setelah 8 sampai 10 jam tanpa mengonsumsi cairan apapun, kemudian setelah anda makan atau minum, tubuh anda akan terisi kembali," tutup Dr Nye.
Jadi meskipun tubuh kita berpuasa berjam-jam, namun jika kita diberi makanan atau minuman setelah berbuka puasa dan sahur, maka tubuh kita akan langsung terisi kembali. Dan jangan lupa minum banyak cairan untuk mengurangi dehidrasi. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin