RADAR MALIOBORO - Diet saat puasa menjadi momentum yang tepat untuk memulai perjalanan penurunan berat badan. Selama satu bulan penuh, tubuh manusia akan mengalami defisit kalori jika pola makan selama puasa juga terjaga.
Diet telur menjadi salah satu alternatif pendekatan diet saat puasa. Diet ini menjadikan telur sebagai sumber protein utama yang menggantikan sumber protein lain.
Diet telur bisa dijadikan pilihan bagi yang ingin memulai diet tanpa bingung dengan pilihan menu harian. Telur dipilih sebagai sumber protein yang dapat membangun massa otot.
Penurunan berat badan diimbangi dengan peningkatan massa otot, sehingga tubuh yang mengalami penurunan berat badan tidak kehilangan massa otot.
Diet telur berhasil dilakukan dengan kombinasi makanan dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. Kemudian bagaimana jika diet telur dilakukan saat puasa? apakah diet ini efektif?
Dilansir JawaPos.com dari akun YouTube dr.Saddam Ismail mengenai efektifitas diet telur saat puasa, begini penjelasannya.
Dr Saddam Ismail menegaskan sejak awal bahwa keberhasilan diet sebenarnya bergantung pada tiga faktor, yaitu faktor nutrisi, faktor aktivitas fisik, dan faktor metabolisme tubuh.
Agar diet telur aman dan berhasil, semua harus memahami kondisi kesehatannya sendiri. Diet telur bisa sukses dengan berbagai tingkat keberhasilan.
Aktivitas sehari-hari, jenis kelamin, dan laju metabolisme tubuh dapat memengaruhi seberapa baik diet telur bekerja.
Diet telur bukan berarti hanya makan telur, tapi bagaimana telur dijadikan sumber protein utama dan dikombinasikan dengan berbagai faktor berikut ini.
1. Pahami aktivitas fisik harian
Jika Anda memiliki kesibukan sehari-hari dan pekerjaan fisik yang cukup sering, diet telur tidak harus ekstrem.
Jika aktivitas fisik rendah, seperti mereka yang lebih banyak bekerja di rumah, porsi makan bisa lebih sedikit.
2. Tidak makan berlebihan
Tujuan dari semua diet adalah untuk tetap kenyang dan tidak makan berlebihan. Tidak disarankan makan berlebihan saat sahur atau berbuka.
Menu sahur dan menu buka puasa dapat disiapkan sesuai dengan rencana menu diet telur.
3. Tidak mengurangi porsi makan secara ekstrem
Mengurangi porsi makan secara ekstrem justru akan menyebabkan tubuh stress dan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan lapar yang luar biasa.
Porsi makan yang terlalu sedikit juga menyebabkan proses metabolisme dalam tubuh menurun. Tubuh menjadi lemas dan pembakaran kalori justru semakin lambat.
4. Tepat dalam memilih makanan
Seperti halnya diet-diet lainnya, dalam diet telur, telur yang dijadikan sebagai sumber protein utama juga perlu dikombinasikan dengan sumber nutrisi yang tepat.
Memilih karbohidrat kompleks, memenuhi kebutuhan serat harian, menghindari makanan manis, dan menghindari berminyak tetap harus dilakukan.
Kombinasi telur dan sumber makanan bernutrisi saat sahur dan berbuka menjadi salah satu faktor diet telur bekerja secara efektif.
5. Memperbanyak minum air putih
Tubuh manusia membutuhkan 2 liter air setiap harinya. Pemenuhan kebutuhan air bisa dilakukan saat sahur dan berbuka.
Minum air bisa dilakukan secara bertahap, sedikit-sedikit namun sering. Menghindari minum berlebih dalam satu waktu yang menyebabkan air tidak terserap secara efektif oleh tubuh.
6. Olahraga saat puasa
Melakukan olahraga 3 hingga 4 kali dalam satu pekan. Olahraga bisa membantu proses pembakaran kalori lebih cepat.
Olahraga saat puasa bisa dilakukan saat menjelang berbuka. Olahraga ringan yang efektif bisa dilakukan selama 30-40 menit.
Selain beberapa anjuran, ada pula pantangan yang harus diketahui saat melakukan diet telur diantaranya sebagai berikut.
- Hindari makan gorengan dan makan-makanan berlemak
- Perbanyak sayur dan buah
- Tidak minum minuman manis dan minuman kemasan berperisa
Diet telur dapat efektif dengan mematuhi beberapa aturan dan menghindari beberapa pantangan.
Kombinasi pola hidup yang sehat dan telur sebagai protein utama, dapat membantu berat badan turun selama puasa. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin