RADAR MALIOBORO - Data menunjukkan hingga 46 persen masyarakat Indonesia kekurangan asupan protein harian. Padahal, protein merupakan konsumsi yang tidak dapat digantikan oleh unsur tubuh lainnya. Belum lagi protein juga merupakan bahan penyusun seluruh tubuh.
Ahli gizi Herbalife Indonesia Aria Novitasari mengatakan, protein berperan sebagai bahan pembangun yang hanya dapat dibuat oleh protein dan tidak dapat digantikan oleh nutrisi lain.
"Jadi dari ujung rambut sampai ujung kaki kita itu dibangun sama protein,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (20/3)
Oleh karena itu, Aria menjelaskan konsumsi protein mempengaruhi pembentukan sistem tubuh. Biarlah organ dalam ini menjadi organ luar seperti kulit.
Beberapa orang yang telah makan dengan baik dan memperhatikan konsumsi protein dalam tubuhnya dapat melihat efeknya pada wajahnya selama beberapa tahun.
"Kalau mau lihat foto kita, mungkin waktu sekolah kita makan gak rapi, sekarang lebih rapi, yang berubah itu biasanya dari tampilan wajah," ungkap Aria.
Menurutnya, jika pola makan lebih baik dan pola hidup sehat serta mendapat cukup protein, pembaruan sel kulit wajah akan tumbuh dengan baik. Hal yang sama berlaku untuk bagian tubuh lainnya.
"Misal kuku kita, tumbuh 0,5 mm per hari, itu berkat apa? Protein. Rambut kita. Sel kulit kita," tandas Aria.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Humas Herbalife Indonesia Arif Mustolih mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan olahraga RI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat dan aktif. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan olahraga bersama masyarakat, program edukasi gizi dan kesehatan, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk menerapkan gaya hidup yang lebih aktif.
Kegiatan tersebut antara lain Jumat Kapur yang dilaksanakan setiap Jumat pagi mulai pukul 07.00. di Kantor Kemenpora Senayan, ratusan peserta dari berbagai komunitas setiap minggunya.
Selain itu, ada TARKAM yaitu Kejuaraan olahraga Kota/Kabupaten Kemenpora yang dilaksanakan selama 3 hari pada cabang olahraga Bola Voli, Bulu Tangkis, Tenis Meja, dan Senam yang masing-masing diikuti sekitar 400 atlet dari 100 kota/kabupaten di Indonesia.
Sementara pendidikan kesehatan meliputi berbagai sesi edukasi kesehatan mengenai nutrisi, nutrisi olahraga, dan kebugaran. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin