RADAR MALIOBORO - Kecemasan merupakan hal yang dapat berguna karena kita menjadi lebih sadar akan bahaya.
Selain itu juga membantu menghitung resiko dan memotivasi diri untuk tetap teratur.
Tetapi jika kita sering mengalami stres, dapat menjadi gangguan kecemasan atau mengganggu kondisi kesehatan mental.
Kecemasan adalah respon alami yang dikeluarkan oleh tubuh karena kita sedang merasa takut yang diakibatkan oleh kombinasi berbagai faktor seperti dari genetika, lingkungan dan kimiawi otak.
Gejala kecemasan secara umum dapat meliputi:
- Peningkatan Detak jantung
- Pernapasan cepat
- Kegelisahan
- kesulitan berkonsentrasi
Kecemasan dapat muncul berbeda pada setiap orang, anda bisa saja mengalami gejala yang meliputi:
- Dorongan untuk buang air besar
- Gatal-gatal
- Serangan panik
- Batuk
- Berkeringat
Berikut cara mengurangi kecemasan yang dilansir dari healthline;
1. Tetap Aktif
Olahraga seringkali mengalihkan pikiran kamu dari kecemasan.
Sebuah studi tahun 2021 menemukan orang yang bergaya hidup aktif secara fisik memiliki kemunngkinan 60 pesen lebih rendah untuk mengalami gejala kecemasan.
Kamu bisa memilih olahraga HIIT (latihan interval intensitas tinggi) atau lari untuk meningkatkan detak jantung.
Tetapi jika kamu ingin memulai dengan gerakan yang tidak terlalu berat, olahraga pilates dan yoga bisa menjadi pilihan yang tepat
2. Membatasi Asupan Alkohol
Minum alkohol dalam jumlah besar dapat menganggu pembawa pesan otak (Neurotransmitter) yang terlibat dalam mengatur suasana hati kita.
Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang dapat bermanifestasi sebagai gejala kecemasan.
Sebuah studi tahun 2022 menunjukkan bahwa Alkohol menganggu kualitas tidur kita.
Kurang tidur dapat meningkatkan resiko masalah tidur kronis.
Padahal tidur yang nyenyak dapat membantu mengatasi kecemasan.
3. Membatasi asupan kafein
Kafein dapat menyebabkan atau memperburuk gangguan kecemasan.
Tinjauan 10 penelitian pada tahun 2022 menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan kecemasan dan serangan panik pada orang dengan dan tanpa gangguan panik.
Bagi sebagian orang, menghindari kafein dapat memperbaiki gejala secara signifikan.
Sebuah tinjauan tahun 2021 dari Sumber Tepercaya menemukan bahwa kafein meningkatkan kewaspadaan dengan memblokir bahan kimia adenosin otak (yang menyebabkan kantuk) sekaligus menginduksi pelepasan adrenalin, yang dikenal sebagai hormon melawan-atau-lari.
4. Meditasi dan berlatih mindfulness
Dengan bermeditasi kita akan mendapatkan kesadaran penuh pada momen ini.
Termasuk mengidentifikasi pikiran tanpa menghakimi.
Hal ini meningkatkan kemampuan untuk menahan semua pikiran dan emosi dengan hati-hati, memberi kita rasa tenang dan puas.
Uji klinis acak sumber terpercaya pada tahun 2023 menemukan bahwa program meditasi Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) selama 8 minggu sama efektifnya dalam mengurangi gejala kecemasan seperti yang dilakukan obat antidepresan Lexapro yang biasa diresepkan.
5. Berlatih Pernapasan dalam
Nafas yang dangkal dan cepat sering terjadi pada orang yang menderita kecemasan.
Hal ini dapat menyebabkan jantung berdebar kencang, pusing, sakit kepala ringan,dan bahkan serangan panik.
Latihan pernapasan dalam dengan cara menarik nafas dalam-dalam dapat membantu memulihkan pola pernapasan teratur dan mengurangi gejala kecemasan sesaat.