RADAR MALIOBORO- Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience menemukan bahwa pola makan tinggi makanan olahan dan gula selama masa pertumbuhan dapat menyebabkan kerusakan memori secara permanen.
Para peneliti di Universitas California, Davis melakukan penelitian pada tikus yang diberi makanan diet tinggi lemak jenuh dan tambahan gula saat masih kanak-kanak. Tikus-tikus ini kemudian diuji kemampuan memorinya di kemudian hari.
Baca Juga: 4 Emosi Baru Film Inside Out 2 Terkuak, Berikut Trailernya!
Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi makanan diet tinggi lemak jenuh dan tambahan gula memiliki kinerja tes memori yang lebih buruk dibandingkan tikus yang diberi makanan diet seimbang.
Hal ini menunjukkan bahwa pola makan yang tidak sehat dapat berdampak negatif pada perkembangan otak dan fungsi memori.
“Studi ini menunjukkan bahwa apa yang Anda makan di masa dewasa dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan otak Anda,” ujar Dr. Stephanie Morris, dilansir dari Hack Spirit, Minggu (14 April).
“Mengonsumsi makanan olahan dan gula dalam jumlah besar dapat merusak hipocampus, bagian otak yang penting untuk memori,” lanjutnya.
Morris menambahkan bahwa penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa kita dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi kesehatan otak kita dengan mengonsumsi makanan sehat sejak usia dini.
"Orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk makan banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Penting juga untuk membatasi asupan makanan olahan dan gula," kata Morris.
Baca Juga: Mengapa Berat Badan Tetap Stagnan Meskipun Sudah Diet, Yuk Simak Penyebabnya
Tips makan sehat di masa kanak-kanak
Berikut beberapa tips untuk membantu anak anda makan makanan yang sehat:
1.Beri banyak makan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
2.Batasi asupan makanan olahan dan gula.
3.Pastikan anak Anda mendapat cukup protein.
4.Anjurkan anak anda untuk banyak minum air.
Baca Juga: Suka Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Manis? Waspadai, Begini Dampaknya Bagi Kesehatan Tubuh!
5.Jadikan makan bersama keluarga sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Dengan mengikuti tips berikut, Anda dapat membantu anak Anda mengembangkan kebiasaan makan sehat yang akan bertahan seumur hidup. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin