RADAR MALIOBORO – Minum air es atau air dingin merupakan kenikmatan yang tak tergantikan dalam keseharian kita di tengah panas Terik, Minum air dingin memang bisa membantu Anda merasa segar kembali, namun banyak dari kita yang sudah berkali-kali mendengar bahwa minum air dingin bisa menyebabkan kembung dan penambahan berat badan.
Namun apakah pernyataan ini benar atau hanya mitos belaka? Adakah fakta ilmiah yang mendukung anggapan bahwa minum air dingin membuat kembung dan menambah berat badan? Mari kita simak lebih dekat pertanyaan ini dengan penjelasan dari dokter berpengalaman.
Baca Juga: Lagi Sakit Tenggorokan? Konsumsi Minuman Ini Untuk Bantu Meredakannya!
Laporan dari Channel YouTube SB30 Health, dr. Sung menjelaskan dalam videonya bahwa meskipun minuman dingin masuk ke dalam tubuh kita, tubuh kita berusaha menetralkan suhu air nya.
Namun, meminum air dingin segera setelah makan makanan panas, seperti bakso atau seblak misalnya, dapat merusak gigi.
Gigi lambat laun rusak akibat perbedaan suhu saat makan dan minum.
Baca Juga: Inilah Manfaat Mandi Pagi Dengan Air Dingin Menurut Pemaparan Ahli Medis
Dr. Sung juga menjelaskan bahwa air jenis apa pun – panas, hangat, biasa atau dingin – tidak memiliki kalori kecuali ditambahkan gula, sirup, atau bahan minuman lainnya. Oleh karena itu, tidak peduli berapa banyak air dingin yang Anda minum, kalorinya tetap nol, sehingga berat badan Anda tidak akan bertambah.
Minum air terlalu banyak dapat menimbulkan efek samping seperti kembung dan sering buang air kecil. Jika Anda menimbang berat badan segera setelah minum banyak air dingin, berat badan Anda mungkin bertambah.
Baca Juga: Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui, Apa Saja?
Namun hal ini dikarenakan air yang kita minum juga dihitung beratnya, dan tidak berubah menjadi lemak pada air.
Dikutip juga dari channel YouTube dr. Saddam Ismail juga menjelaskan hal ini dalam salah satu videonya. Di awal video, dr. Saddam menjelaskan bahwa secara umum ada dua jenis lemak di tubuh kita: lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan adalah lemak yang terletak di bawah kulit, dan lemak visceral adalah lemak yang menutupi perut dan organ tubuh.
Baca Juga: Mengungkap Segudang Manfaat Buah Delima untuk Program Hamil, Kesehatan, dan Kecantikan
Kemudian dr. Saddam bertanya, “Benarkah minum air es segera setelah makan akan menyebabkan lemak menumpuk?” atau “Benarkah minum air es segera setelah makan akan menyebabkan lemak menebal dan menjadi lemak tubuh?” Jawabannya tidak benar.
Lemak ini hanya terakumulasi jika gaya hidup dan pola makan Anda tidak sehat. Oleh karena itu, penggunaan kedua pola perilaku tidak sehat tersebut secara terus menerus dapat menyebabkan obesitas. Misalnya, jika Anda makan berlebihan tanpa berolahraga, kelebihan kalori yang masuk ke dalam tubuh lama kelamaan akan berubah menjadi lemak yang tersimpan.
Pada pria, timbunan lemak biasanya terjadi di bagian perut, namun pada wanita, area timbunan lemak dapat terjadi di paha, bokong, perut, lengan, punggung, dan leher. Dengan kata lain, hanya mitos yang mengatakan bahwa minum es atau air dingin tidak akan membuat kembung atau gemuk.
Baca Juga: Kenali Manfaat dan Khasiat Belimbing Wuluh yang Jarang Diketahui, Atasi Jerawat hingga Cegah Kanker
Tidak peduli berapa pun suhu makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh, panas atau dingin, makanan atau minuman tersebut akan dengan cepat dinetralkan tergantung pada kondisi suhu internal. Perlu diketahui bahwa air es atau air dingin yang dimaksud dalam hal ini hanyalah air beku atau dingin biasa, tanpa tambahan perasa atau gula.
Karena kalori diperlukan untuk mengatur suhu makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, proses netralisasi ini dapat membantu penurunan berat badan. Namun, menurunkan berat badan harus dibarengi dengan pola hidup dan pola makan yang sehat.
Baca Juga: Penderita Diabetes Apakah Boleh Minum Es Tebu? Simak Penjelasannya
Penyebab perut kembung dan berat badan bertambah adalah bukanlah karena minum air dingin. Perut buncit dan tubuh gemuk disebabkan oleh kebiasaan buruk, gaya hidup yang buruk, atau keduanya.
Jadi, salah satu hal yang pasti, minum air dingij tidak akan secara lanagsung menyebabkan perut buncit atau peningkatan berat badan, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan masih dalam konteks gaya hidup yang sehat. Semua yang terjadi di tubuh kita tergantung dari banyaknya faktor, seperti pola makan, Tingkat aktivitas, dan keseimbangan kalori yang dikonsumsi. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin