RADAR MALIOBORO - Tahukah Anda kalau kacang panjang disebut "poor man’s meat"?
Itu karena kacang panjang tidak lebih buruk dari daging, tapi harganya murah.
Selain itu, kacang panjang kaya akan protein, termasuk asam amino, lisin, dan triptofan yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Faktanya, kacang panjang juga mengandung vitamin A, C, dan B yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan kesehatan sel.
Baca Juga: Media Qatar Akui Ketangguhan Timnas Indonesia saat Singkirkan Korea Selatan
Dilansir dari Kanal Kesehatan Prof Mangestuti, sayuran satu ini sudah disebutkan dalam perbendaharaan kepustakaan Tiongkok semasa Dinasti Song tahun 1008 CE (Era Umum).
Kacang panjang memang bukan sembarang sayuran. Sebagaimana anggota keluarga kacang polong umumnya, kacang panjang ternyata adalah sumber protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin.
Mineral termasuk zat besi, kalium, kalsium, dan magnesium, dengan kandungan lemak total dan kolesterol yang rendah.
Biji kacang panjang diselimuti selaput yang mengandung zat gizi, terutama protein dan karbohidrat, juga zat besi serta zinc.
Itulah yang menjadikan makanan berbahan dasar kacang panjang terpilih sebagai pencegah gangguan kesehatan, termasuk jantung dan pembuluh darah, kegemukan, hingga kanker.
Baca Juga: Ini 11 Penyebab Wanita Gemuk Setelah Menikah, Salah Satunya Kondisi Mental Selama Pernikahan
Kacang panjang segar mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Bila dikonsumsi secara cukup, kandungan itu membantu menguatkan sistem imun melawan infeksi, menjaga kelenturan pembuluh darah, dan melindungi dari gangguan kanker.
Kerja sama vitamin C, A, zat besi, asam folat, dan kalium diperlukan untuk menjaga kekuatan sistem imun serta mempertahankan kesehatan mata, jantung, dan pembuluh darah.
Baca Juga: Promotor Resmi Menambah Hari untuk Konser Lany di Jakarta
Data ilmiah meyakini kecukupan asupan vitamin C mempunyai kaitan dengan penurunan risiko serangan gout. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin