RADAR MALIOBORO – Memiliki permasalahan pada gigi dan mulut mungkin dapat menghambat beberapa aktivitas harian. Kita juga perlu mengetahui bagaimana cara merawat gigi dan mulut yang benar agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
Namun, beberapa orang masih mempercayai beberapa mitos yang beredar mengenai permasalahan gigi dan mulut. Oleh karena itu, mari kita cek dan bahas bagaimana fakta dari mitos-mitos yang beredar tersebut.
*Mitos 1: Sariawan terjadi karena kurangnya konsumsi vitamin C*
Fakta: Tidak benar. Sariawan bisa terjadi karena banyak faktor, seperti, menurunnya imun, kurang nutrisi, menstruasi, stress, dan lainnya.
*Mitos 2: Gusi berdarah saat menyikat gigi adalah normal*
Fakta: Tidak benar. Karena jika gusi sering berdarah, artinya ada karang gigi yang masuk ke gusi. Hal tersebut dapat merusak tulang gigi dan menyebabkan gigi gotang.
*Mitos 3: Mencabut gigi atas dapat merusak syaraf mata*
Fakta: Tidak benar. Syaraf yang menjalar dari gigi atas ke mata berbeda. Namun jika ada keluhan dengan gig atas, akan terasa sakit hingga pipi dan mata.
*Mitos 4: Anak yang terbiasa menghisap ibu jari dapat membuat gigi tonggos*
Fakta: Tergantung beberapa factor. Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa kebiasaan tersebut dapat menyebabkan gigi depannya tonggos. Kebiasaan menghisap jari yang berlangsung antara 36 dan 48 bulan dapat meningkatkan resiko majunya gigi depan secara signifikan.
*Mitos 5: Sakit gigi dapat diobati dengan mengonsumsi analgesic (pereda nyeri)*
Fakta: Tidak benar. Obat anlgesik hanya sebagai Pereda nyeri yang bersifat sementara. Segera konsultasi ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya, karena jika dibiarkan malah dapat memperburuk kondisi tersebut.
*Mitos 6: Jika gigi anak berlubang, tidak perlu ditambal karena akan digantikan oleh gigi permanen*
Fakta: Tidak benar. Perlu dilakukan penambalan jika gigi berlubang, agar tidak mengganggu proses pertumbuhan gigi permanen dibawahnya.
*Mitos 7: Bau mulut terjadi karena ada masalah di pencernaan*
Fakta: Tidak benar. Sekitar 85% bau mulut terjadi pada gigi dan mulut. Hal ini karena bakteri yang bersarang dalam mulut ataupun gusi yang menyebabkan beberapa masalah seperti, gigi berlubang, gusi yang meradang, karang gigi dan lainnya. Sangat jarang ditemui bau mulut berasal dari dalam perut.
*Mitos 8: Tidak boleh cabut gigi pada saat menstruasi*
Fakta: Perlu diketahui bahwa saat menstruasi, terdapat perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi keadaan di rongga mulut yang dapat menyebabkan gusi lebih rentan terhadap peradangan. Tetapi wanita yang sedang haid tetap boleh mencabut gigi saat sedang masa tersebut. Namun, untuk menghindari resiko tersebut, pencabutan gigi dapat dilakukan pada hari ke 22-28.
*Mitos 9: Semakin banyak menggunakan pasta gigi, akan membuat lebih bersih*
Fakta: Tidak benar. Gunakan pasta gigi secukupnya karena pasta gigi memiliki sifat abrasif yang dapat membuat gigi keropos karena terkikis.
*Mitos 10: Mengunyah di satu sisi dapat menyebabkan gigi berlubang*
Fakta: Benar. Karena produksi saliva pada mulut akan lebih banyak di sisi tersebut saja. Hal tersebut dapat menyebabkan sisi satunya yang tidak digunakan mengunyah tidak mendapat proses pembersihan dan dapat menyebabkan penumpukan plak gigi yang bisa membuat gigi berlubang.
*Mitos 11: Pada saat hamil gigi akan sering linu, mudah berlubang dan mudah keropos*
Fakta: Tidak benar. Hal tersebut disebabkan oleh konsumsi makanan manis dan keadaan mudah mual yang menjadikan malas untuk menyikat gigi. Jika diperlukan untuk pemeriksaan ke dokter gigi bisa dilakukan pada trimester 2.
*Mitos 11: Tidak perlu ke dokter gigi selama gigi tidak sakit*
Fakta: Sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Belum tentu tidak ada keluhan sakit menandakan tidak ada masalah.
*Mitos 12: Tidak perlu cabut gigi dan boleh dibiarkan sisa akarnya selama tidak terasa sakit*
Fakta: Gigi berlubang tanpa perawatan yang baik dapat menyebabkan patah sedikit demi sedikit karena tekanan kunyah. Akar gigi yang terekspos dengan lingkungan gigi tetap dapat menjadi sumber infeksi. Sebaiknya, biarpun sudah tidak terasa sakit tersebut tetap harus dicabut dan dibuatkan gigi tiruan pengganti.
Nah itu tadi adalah beberapa mitos dan fakta seputar kesehatan gigi. Semoga bermanfaat. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin