Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Remaja Sehat Tanpa Anemia dan Stunting: Simak Caranya!

Adinda Ayu Farhani • Senin, 6 Mei 2024 | 15:15 WIB
Cara agar anak remaja bebas dari stunting.
Cara agar anak remaja bebas dari stunting.

RADAR MALIOBORO - Remaja mempunyai peranan penting dalam pencegahan stunting.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), hal ini dikarenakan merekalah yang nantinya melahirkan generasi penerus.


Remaja putri dengan gizi baik berperan penting dalam mencegah stunting saat menjadi calon ibu.


Berinvestasi dalam kesehatan remaja memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesehatan generasi mendatang dan menentukan stunting atau tidak.


Kekurangan gizi pada masa pubertas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia.

Menurut Kementerian Kesehatan, sekitar 32 persen remaja putri di Indonesia menderita anemia pada tahun 2018.


Anemia dapat berdampak buruk pada kemampuan belajar, kelelahan, serta tumbuh kembang tubuh.

Jadi penting bagi remaja putri untuk memperhatikan pola makan yang bergizi, agar mereka siap secara fisik dan sehat sebagai calon ibu.


Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan prevalensi anemia di Indonesia adalah dengan program skrining anemia dan penggunaan TTD (tablet suplemen darah) pada remaja putri.


TTD merupakan suplemen makanan yang mengandung nutrisi zat besi dan asam folat yang penting untuk pembentukan sel darah merah yang sehat.

TTD dianjurkan diminum rutin 1 tablet per minggu.


Selain asupan TTD secara teratur, remaja putri disarankan untuk memperbanyak asupan makanan kaya zat besi seperti hati, daging sapi, kacang-kacangan, sayuran hijau tua, ikan dan ayam.


Selain itu, makanan kaya vitamin C juga baik untuk remaja putri. Ini karena vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Namun sebaiknya hindari konsumsi makanan yang mengandung zat besi dengan teh, kopi atau susu, karena dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.


Selain mengobati anemia, remaja juga harus menikmati pola makan seimbang untuk mencegah stunting sejak dini.


Pola makan seimbang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein sebagai zat gizi makro serta vitamin dan mineral sebagai zat gizi mikro, yang diperoleh berdasarkan prinsip “Isi Piringku”.

Yaitu, piring berisi bahan tambahan makanan yang mengandung buah dan protein hewani dan tumbuhan, karbohidrat kompleks seperti nasi dan sayuran.


Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengedukasi generasi muda melalui berbagai sarana komunikasi tentang pentingnya menghindari memberi sebelum proses kehamilan.

Ini termasuk aktivitas fisik rutin dan pembagian materi kesehatan reproduksi di sekolah.


Sejak tahun 2019, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Kemenkominfo) Kementerian Komunikasi dan Informatika aktif melaksanakan kampanye publik melalui Genbest atau Generasi Bersih dan Sehat.


Dalam program ini, generasi muda akan bersinergi untuk mewujudkan generasi Indonesia yang bersih, sehat, dan bebas stunting.


Generasi muda juga dapat aktif memperkaya informasi mengenai cara mencegah risiko stunting yang kini semakin mudah diakses.


Untuk informasi tersedia, kunjungi genbest.id atau ikuti @genbestid di media sosial.


Genbest menyajikan berbagai informasi terkait laju pertumbuhan, kesehatan, gizi, tumbuh kembang anak, sanitasi dan kesehatan reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografis, dan format video menarik.


Melanjutkan ilmu yang kita miliki, bersama-sama kita bisa membangun generasi masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#generasi #bkkbn #remaja #pencegahan #tanpa #calon ibu #stunting #reproduksi #sehat #membangun #anemia #tumbuh kembang #kesehatan remaja #kesehatan #pola makan