RADAR MALIOBORO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan di beberapa wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau dengan panas terik. Sehubungan dengan itu, penyakit heat stroke menjadi semakin diwaspadai.
Heat stroke sendiri merupakan gejala tubuh panas yang disebabkan oleh kondisi panas yang membuat tubuh terpapar dalam jangka waktu lama. Heat stroke bisa berakibat fatal jika didahului dengan beberapa keluhan lainnya.
Baca Juga: Jokowi Sebut Pabrik Baterai Mobil Listrik di Indonesia Bakal Mulai Produksi Bulan Depan
Dokter Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama mengatakan heat stroke yang bisa berakibat fatal ini tidak terjadi secara instan. Awalnya, hal ini didahului oleh dehidrasi (kekurangan cairan) dan heat exhaustion (sangat lelah setelah terpapar panas).
Adapun gejala-gejala awal heat stroke, kata dr. Ngabila dapat berupa suhu tubuh tinggi di atas 40 derajat, kulit panas dan kering, pusing atau sakit kepala, mula, denyut nadi dan pernapasan lebih cepat, kebingungan, kejang, hingga pingsan atau penurunan kesadaran.
"Bila menemukan gejala itu, lakukan berteduh, segera siram pasien dengan air sampai basah seluruh tubuh," ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/5).
Selain itu, disarankan juga bagi orang yang mengalami heat stroke untuk mandi dengan air dingin jika bisa, atau berikan es batu terutama di bagian kulit tipis seperi kulit kepala, lipat ketiak, dan lipat paha.
"Hati- pada kondisi anak (balita), lansia, orang dengan obesitas, dan ibu hamil, memiliki gejala dehidrasi yang lebih sulit dikenali di awal," ungkap dr. Ngabila.
Selain itu, menurutnya penggunaan sunscreen, pelembab kulit, dan kacamata baik untuk menghindari paparan matahari secara langsung. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin