Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Benarkah MSG Buruk Bagi Kesehatan? Berikut Fakta di Balik Micin yang Memberi Rasa Umami Masakan

Marsa Andiny Putri • Selasa, 7 Mei 2024 | 11:25 WIB
Ilustrasi- Pemberian MSG pada Makanan.
Ilustrasi- Pemberian MSG pada Makanan.

RADAR MALIOBOO - Monosodium glutamat (MSG) atau kita kenal dengan istilah micin telah lama menjadi subjek kontroversi, sering dianggap sebagai tambahan berbahaya dalam dunia kuliner kita.

Namun benarkah fakta seperti rumornya? mari bongkar kesalahpahaman seputar MSG (Micin) dengan menggali asal-usulnya, sifat-sifatnya, dan yang terpenting, dampaknya pada kesehatan manusia, berdasarkan pemahaman ilmiah saat ini.

Baca Juga: Kerap Ditemukan di Wilayah Pegunungan, Berikut Ini Manfaat Mengonsumsi Strawberry Bagi Kesehatan Tubuh

Melansir Healthline, MSG (Micin), singkatan dari monosodium glutamat, adalah penguat rasa yang sangat umum digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Bahan ini berasal dari asam L-glutamat, sebuah asam amino yang ditemukan secara alami dalam berbagai jenis makanan.

MSG (Micin) memiliki bentuk kristal berwarna putih yang sering disebut E621 pada label makanan. Proses produksinya melibatkan fermentasi sumber karbohidrat seperti tebu, tebu dan molase.

Baca Juga: Masuk Musim Kemarau, Waspadai Gejala Heat Stroke, Begini Saran BMKG...

Alkimia Rasa: Sensasi Umami

Daya tarik utama MSG (Micin) terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan rasa, terutama melalui citarasa umami-nya, sebuah rasa gurih yang mirip dengan keberadaan protein dalam hidangan.

Peningkatan rasa ini tidak hanya membuat makanan lebih lezat, tetapi juga mengurangi kebutuhan akan garam berlebih, sehingga dapat membantu mengurangi asupan natrium.

Baca Juga: Jokowi Sebut Pabrik Baterai Mobil Listrik di Indonesia Bakal Mulai Produksi Bulan Depan

MSG (Micin) mulai mendapat reputasi buruk pada tahun 1960-an ketika seorang dokter bernama Dr. Robert Ho Man Kwok menulis surat yang memicu kekhawatiran luas. Sindrom yang disebut "sindrom restoran Tionghoa" ini, dialaminya setelah makan makanan Tionghoa, diduga terkait dengan MSG (Micin).

Namun, studi lanjutan dengan kekurangan metodologi dan bias rasial, menuntut untuk meninjau kembali ketakutan akan MSG (Micin). ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#berbahaya #micin #fakta #msg