RADAR MALIOBORO - Banyak peneliti telah membuat hipotesis tentang hubungan antara berat badan dan tidur. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa metabolisme yang buruk, penambahan berat badan, dan peningkatan risiko obesitas dan kondisi kesehatan kronis lainnya dapat disebabkan oleh kekurangan tidur dan kualitas tidur yang buruk.
Baca Juga: Mangga Ternyata Memiliki Kisah Suci Dalam Budaya Agama Hindu dan Buddha. Berikut Kisahnya..
Studi saat ini menunjukkan hubungan positif antara tidur yang baik dan berat badan yang sehat. Namun, komunitas medis masih memperdebatkan jenis hubungan yang tepat antara keduanya.
Berikut adalah penjelasan mengenai hubungan antara tidur dan berat badan seperti yang dilansir dari sleep foundation.
Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Nafsu Makan
Nafsu makan dikendalikan oleh neurotransmitter, pembawa pesan kimia yang memungkinkan neuron (sel saraf) berkomunikasi satu sama lain. Kita sering menganggap nafsu makan hanya sebagai masalah perut menggerutu.
Dianggap sebagai pusat nafsu makan, neurotransmiter ghrelin dan leptin berfungsi untuk meningkatkan rasa lapar dan membuat merasa kenyang. Sepanjang hari, tubuh secara alami meningkatkan dan menurunkan jumlah neurotransmiter ini, yang menunjukkan bahwa kita perlu mengonsumsi kalori.
Baca Juga: Laga Kandang Terakhir Mbappe Bersama PSG Berakhir dengan Kekalahan
Pengaturan tubuh terhadap neurotransmiter ini dapat dipengaruhi oleh kurang tidur. Dalam satu penelitian, pria yang tidur 4 jam mengalami peningkatan ghrelin dan penurunan leptin dibandingkan dengan pria yang tidur 10 jam. Ini dapat menyebabkan orang yang kurang tidur merasa lebih lapar dan kurang kenyang.
Kurang Tidur Menyebabkan Disregulasi Metabolisme
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Islam Sangat Melarang Ghibah
Tubuh mengubah makanan dan minuman kita menjadi energi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup melalui proses kimia yang dikenal sebagai metabolisme. Metabolisme terdiri dari semua aktivitas kolektif kita, mulai dari bernapas hingga berolahraga, dan yang lainnya. Meskipun aktivitas seperti olahraga dapat meningkatkan metabolisme secara bertahap, tidur tidak dapat. Saat tidur, metabolisme sebenarnya melambat 15%, mencapai titik terendahnya di pagi hari.
Baca Juga: Simak, 3 Jenis Buah Naga yang Jarang Diketahui
Faktanya, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa disregulasi metabolisme biasanya disebabkan oleh kurang tidur, seperti yang disebabkan oleh insomnia, apnea tidur yang tidak diobati, atau gangguan tidur lainnya. Stres oksidatif yang lebih tinggi, resistensi insulin, dan intoleransi glukosa (gula darah) dikaitkan dengan kurang tidur. Terjaga lebih lama dapat meningkatkan kemungkinan makan, dan kurang tidur dapat mengganggu ritme sirkadian, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Baca Juga: Banjir Bandang di Agam, Sumatera Barat, 19 Orang Meninggal Dunia, Dua Orang Masih Hilang
Oleh karena itu, kurangilah aktivitas begadang jika tidak diperlukan. Terlebih, kita juga mengetahui bahwa kurang tidur bisa menyebabkan beberapa penyakit yang berbahaya. Maka dari itu, buatlah tidur yang berkualitas agar bisa menjalani aktivitas harian dengan semangat dan juga menurunkan resiko penambahan berat badan atau obesitas. Semoga bermanfaat. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin