Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Simak! Berikut 5 Sayuran yang Perlu Dibatasi untuk Dikonsumsi Bagi Penderita Asam Urat. Ada Bayam Hingga Kembang Kol

Nadiva Aiszhabella • Selasa, 21 Mei 2024 | 17:14 WIB
Ilustrasi kembang kol, sayuran salah satu pemicu asam urat.
Ilustrasi kembang kol, sayuran salah satu pemicu asam urat.

RADAR MALIOBORO - Penyakit asam urat, juga dikenal sebagai gout, adalah kondisi yang dapat menyebabkan rasa panas, pembengkakan, dan nyeri yang tidak tertahankan di persendian.

Asam urat dapat menyerang semua sendi di tubuh, tetapi yang paling sering terkena adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Penyakit asam urat biasanya menyerang pria berusia sekitar 30 tahun, dan pada wanita, ini biasanya menyerang saat mereka menopause.

Faktor keturunan, cedera, konsumsi minuman manis atau alkohol, konsumsi obat, atau kondisi medis lainnya dapat menyebabkan penyakit ini.

Kristal asam urat mengendap pada kaki atau persendian.

Namun, kristal tersebut akan mengalir ke ginjal karena asam urat yang parah, dan menumpuk menjadikannya batu ginjal.

Karena purin dapat meningkatkan produksi asam urat tubuh, penderita asam urat harus menghindari mengonsumsi sayuran yang mengandung banyak purin.

Jenis sayuran tinggi purin berikut dikutip dari berbagai sumber dan harus dikonsumsi dengan hati-hati oleh mereka yang menderita asam urat diantaranya adalah:

1. Bayam: Bayam sebaiknya dimakan dalam porsi terbatas karena mengandung purin yang tinggi.

2. Asparagus: Asparagus sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang terkontrol karena mengandung banyak purin.

3. Jamur: Jamur adalah makanan yang mengandung purin tinggi, jadi orang dengan asam urat harus menghindari atau membatasi porsinya.

4. Kembang kol: Jangan makan kembang kol jika Anda memiliki asam urat tinggi karena mengandung banyak purin.

5. Buncis: Buncis adalah salah satu sayuran dengan kadar purin tertinggi, tetapi penderita asam urat harus mengonsumsinya dengan porsi yang moderat.

Namun, penting untuk diingat bahwa reaksi tubuh terhadap makanan dapat berbeda dari orang ke orang.

Individu tertentu mungkin lebih peka terhadap konsumsi purin daripada individu lainnya.

Untuk mendapatkan saran yang lebih khusus tentang masalah kesehatan Anda, sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter Anda. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bayam #Batasi #asam urat #kembang kol