Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Simak, Perubahan Warna Kuku Ternyata Bisa Indikasikan Beberapa Kondisi Kesehatan Berikut.

Nadiva Aiszhabella • Selasa, 21 Mei 2024 | 18:58 WIB
Ilustrasi kuku yang sehat
Ilustrasi kuku yang sehat

RADAR MALIOBORO – Kuku menjadi salah satu abgian tubuh yang dapat memberikan kesan estetika, juga menjadi indicator keseahtan tubuh. Hal ini dapat diamati dari perubahan warna kuku yang menjadi petunjuk penting terhadap kondisi kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa kondisi kesehatan yang bisa dilihat dari perubahan warna kuku.

 Baca Juga: Hacker Ini Sebut Pengakuan Saka Tatal Bohong Pasca Bebas Penjara di Kasus Vina Cirebon: Dia Mengenal 3 Pelaku DPO

1. Melanonychia

Perubahan warna hitam kecoklatan pada kuku dan bentuk pita berpigmen yang disebabkan oleh melanin yang ada di lempeng kuku adalah tanda melanonychia. Banyak kondisi yang memicu aktivasi melanosit, yang berarti peningkatan produksi dan deposit melanin di kuku.

Contohnya adalah kehamilan, trauma, menggigit kuku, dan sindrom tunnel karpal. Selain itu, kelainan hemokromatosis, malnutrisi, penyakit tiroid, merokok, infeksi HIV, dan penyakit Addison juga dapat menyebabkannya.

 Baca Juga: Catra Anggur dan Strawberry, Wisata Kebun Buah Murah Meriah yang Rumah Anak di Wonosobo

2. Cyanosis

Cyanosis, juga dikenal sebagai sianosis, adalah kondisi di mana warna kuku dan jari menjadi biru atau ungu. Ini terjadi karena saturasi oksigen yang lebih rendah dari normalnya, yang menyebabkan deoxyhemoglobin terkumpul di pembuluh darah kecil di ekstremitas.

 Baca Juga: Jordi Onsu Ungkap Fakta Soal Kabar Ruben Onsu Kritis di Rumah Sakit

3. Ikterus

Ikterus, juga dikenal sebagai "penyakit kuning", adalah perubahan warna kekuning-kuningan pada mukosa yang disebabkan oleh pengendapan bilirubin. Dalam kasus yang parah, ikterus dapat meluas hingga ke kuku dan dapat merupakan tanda penyakit hati atau hemolisis yang parah.

 Baca Juga: ICW Minta Dewas KPK Tetap Lanjutkan Pembacaan Putusan Etik Nurul Ghufron

4. Nikotin pada Kuku

Pengendapan nikotin yang disebabkan oleh kebiasaan merokok yang lama dapat menyebabkan kuku berwarna kuning atau kekuningan. Perubahan warna ini dapat menunjukkan perkembangan penyakit jangka panjang yang terkait dengan rokok, seperti penyakit saluran napas obstruktif kronik, karsinoma paru-paru, dan penyakit arteri koroner.

 Baca Juga: Wajib Diketahui! Ini Dia 3 Pencegahan Penyakit Leptospirosis dari Kencing Tikus

5. Penyakit Splinter

Perdarahan splinter terjadi ketika bercak darah kecil muncul di bawah kuku. Kondisi kuku satu ini biasanya terjadi pada psoriasis. Namun, endokarditis infektif, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, penggantian katup, penyalahgunaan obat IV, dan sindrom antifosfolipid juga dapat menyebabkannya.

 Baca Juga: Satgas Damai Cartenz 2024 Tangkap Anggota KKB Wilayah Puncak yang Jadi DPO Sejak 2021

6. Sindrom Kuku Kuning

Kondisi ini ditandai dengan kuku menjadi tebal dan berwarna kuning menjadi kuning kehijauan-hijauan. Penyakit sistemik seperti limfedema seringkali dikaitkan dengan sindrom kuku kuning.

7. Kuku Kuning

Kuku kuning dapat menunjukkan beberapa kondisi. Perubahan warna ini seringkali disebabkan oleh infeksi jamur kuku (onikomikosis). Selain itu, kondisi seperti psoriasis, penyakit kuning (jaundice), atau masalah tiroid juga dapat menyebabkan kuku berwarna kuning.

 Baca Juga: Sukses Datangkan Marselino Ferdinan ke Kampus, Begini Kata HMJ Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa

8. Kuku pucat

Kuku yang sangat pucat atau keabu-abuan dapat menandakan masalah sirkulasi darah yang mendasar. Kuku yang pucat sering dikaitkan dengan anemia, yang disebabkan oleh rendahnya jumlah sel darah merah atau kadar zat besi dalam tubuh. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kuku #merawat #cara #sehat