Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pemberian ASI yang Dibekukan atau Dikeringkan untuk Bayi Ternyata Punyai Dampak Resiko, Begini Penjelasanya

Wulan Destiana Maharani • Senin, 3 Juni 2024 | 16:20 WIB
Ilustrasi Air Susu Ibu dalam botol.(Alodokter)
Ilustrasi Air Susu Ibu dalam botol.(Alodokter)

RADAR MALIOBORO – Memberikan Asir Susu Ibu atau ASI kepada bayi Anda tetap menjadi metode yang paling direkomendasikan. Pasalnya, ASI merupakan makanan yang paling bergizi lengkap. Mulai dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan enzim.

Saat bayi lahir, tubuh ibu sudah siap memproduksi ASI.

Baca Juga: Tayang 6 Juni di Prime Video, Intip Sinopsis dan Deretan Pemain di Film “Dinda”, Lanjutan dari Serial “Kisah Untuk Geri”

Namun seiring berjalannya waktu, ada beberapa inovasi yang dilakukan ibu agar ASI dapat dikonsumsi bayi tanpa langsung. Seperti dengan dibekukan atau dikeringkan.

Bagaimana kandungan gizinya?

Dr Lovely Daisy, MKM, Direktur Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan (KIA) menjelaskan, perubahan bentuk ASI mempengaruhi kandungan gizinya.

Baca Juga: Doctor Climax, Serial Thailand Berlatar Tahun 70-an yang Membahas Tentang Seks Education. Tayang di Netflix 13 Juni 2024

Ada beberapa bentuk olahan ASI yang memiliki risiko tertentu karena kandungan nutrisinya bisa berubah. Hal ini juga dipengaruhi oleh proses, tempat, dan lama penyimpanan.

“ASI dalam bentuk olahan lainnya, pertama, ASI dibekukan,'' ASI yang dibekukan di freezer mempunyai risiko menurunya kandungan protein, zat gizi, dan zat aktif lainnya yang tergantung pada tempat dan lama penyimpanan,” ujarnya kepada wartawan Minggu, (2/6).

Baca Juga: Poster dan Trailer Film Jurnal Risa Sudah Dirilis, Ini Kisah Menyeramkan Tim Dokumenter Saat Merekam Sosok Ini!

“Kedua,  ASI ini dikeringkan melalui proses pembekuan dan pengeringan. Rangkaian perubahan fisik tersebut tentunya  meningkatkan risiko terjadinya perubahan komponen utama ASI, seperti pecahnya membran gumpalan lemak dan perubahan misel kasein, penurunan komposisi faktor bioaktif,” jelasnya.

Oleh karena itu, Daisy menekankan anjuran menyusui yang terbaik  adalah dengan menyusui bayi secara langsung.

Baca Juga: Segera Rilis Bulan ini HP Oppo F27, Yuk Intip Spesifikasi Utamanya!

“Para ibu diharapkan untuk memberikan ASI secara langsung kepada bayinya karena membantu membangun ikatan batin antara ibu dan bayi. Selain itu, menyusui juga memberikan manfaat besar bagi ibu dan bayi, antara lain meningkatkan daya tahan tubuh bayi, melindungi pencernaan  bayi dan  meningkatkan kecerdasan,” tegasnya.

“Kemudian, mengurangi resiko penyakit degeneratif pada bayi anda.

Bagi ibu, menyusui menurunkan risiko kanker ovarium dan payudara. Sehingga menyusui bukan sekedar memberikan ASI pada bayi,” pungkas Deasy.

Baca Juga: Review Realme Buds T110 : Menawarkan Pengalaman Bermain Game Optimal Berkat Fitur Gaming Mode

Manfaat ASI juga mencegah penyakit tidak menular saat dewasa serta dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup ibu.

Pemberian ASI secara menyusi ikut meningkatkan bonding yang kuat antara bayi dengan ibu. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#asi berkualitas #risiko alergi #Dibekukan #air susu ibu