Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Eksis Sejak Sebelum Perang Dunia II, Mulai Kembangkan Online Presence untuk Rambah Generasi Muda

Marsa Andiny Putri • Rabu, 5 Juni 2024 | 12:03 WIB
Ilustrasi obat – obatan herbal. ( pinterest )
Ilustrasi obat – obatan herbal. ( pinterest )

RADAR MALIOBORO - Seiring berkembangnya zaman dan teknologi dengan pesat, tradisi dan warisan budaya seringkali terlupakan. Namun, dibalik modernisasi yang semakin pesat, warisan nenek moyang masih tetap terjaga dan relevan hingga saat ini. Salah satu contohnya adalah minyak herbal tradisional yang sudah lama digunakan masyarakat Indonesia yaitu Minyak Ban Leng.

Baca Juga: Instagram Resmi Rilis Fitur Privasi Baru! Ini dia Cara Mengaktifkannya

Di tahun 2024, mungkin banyak orang yang belum mengetahui merek ini. Minyak herbal tradisional ini mungkin lebih dikenal di kalangan masyarakat Jawa Timur terutama generasi tua karena minyak ini diproduksi di Surabaya. Minyak berusia hampir seratus tahun ini telah membantu meringankan berbagai masalah kesehatan secara alami dan efektif.

Baca Juga: Nice..!!! Kartu Michael Jordan Logoman Pecah Rekor Terjual di Pelelangan dengan Harga Fantastis!

Handoko Lie selaku Direktur CV San Sidarta dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa Minyak Ban Leng pertama kali diproduksi oleh Rumah Obat Tjeh She Tong pada tahun 1928 di Sulawesi. Brand ini didirikan oleh Shi Ka Tjeh sebelum Perang Dunia II.

Baca Juga: Telat Bayar Shopee PayLater 1 Hari: 3 Resiko yang Harus Ditanggung

Setelah melalui empat generasi kepemimpinan, Rumah Obat Tjeh She Tong sudah berubah nama menjadi CV San Sidarta dan sudah mendapatkan paten merek dan Izin Edar dari BPOM, serta sertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

Baca Juga: Komedian Sule Segera Susul Rizky Febian dan Mahalini Menikah, Bakal Pinang Kekasih Barunya Santyka Fauziah

Sejak awal, klaim Handoko, minyak ini dikenal sebagai minyak herbal serba guna yang dibuat berdasarkan resep kuno dan 100% menggunakan bahan tumbuh-tumbuhan alami. Melalui empat generasi, formula dan proses pembuatannya tetap dijaga dengan ketat, memastikan setiap tetes minyak yang dihasilkan memiliki kualitas dan kemurnian yang sama seperti ketika pertama kali dibuat.

Baca Juga: Penasaran dengan Penggunaan Shopee PayLater? Ini Dia Cara Kerja dan Membayar Shopee PayLater

“Ini adalah bukti bahwa resep tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi masih bisa memberikan manfaat yang signifikan. Produk ini tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan, tetapi juga mengingatkan kita akan nilai-nilai dan kebijaksanaan yang diwariskan oleh leluhur kita,” ujarnya.

Baca Juga: Dee Company Hadirkan Film Horor Dosen Ghaib Berdasarkan Urban Legend Populer

Berbeda dengan minyak gosok pada umumnya, minyak ini juga dapat diminum untuk meredakan berbagai keluhan kesehatan seperti batuk, pilek, tenggorokan kering, dan gejala masuk angin. Di samping itu, minyak ini juga efektif dalam meredakan gatal akibat gigitan serangga, wasir, serta berbagai jenis luka dengan cara dioleskan langsung ke kulit.

Baca Juga: Penasaran dengan Pay later? Berikut 4 Rekomendasi Aplikasi Pay Later di Indonesia dan Cara Daftarnya!

Meskipun begitu, tantangan modernisasi dan keterbatasan sumber daya membuat Minyak Ban Leng tidak terlalu dikenal luas di luar Jawa Timur. Minyak ini jarang dipromosikan secara masif dan hanya tersedia di beberapa toko obat dan apotek. Tak heran produk ini semakin susah untuk dicari, terutama di luar Jawa Timur.

Baca Juga: Viral di Media Sosial Mahasiwa Gunadarma Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mantan Pacarnya dan Mengancam Akan Sebarkan Video

Menanggapi tantangan ini, kata Handoko, CV San Sidarta mulai mengembangkan online presence-nya pada tahun 2024. Dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram melalui akun resmi @sansidarta.id, mereka berharap dapat menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia.

"Kami ingin khasiat yang ada dapat lebih mudah diakses oleh semua orang, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Media sosial adalah jembatan kami untuk tetap relevan dan terhubung lebih dekat dengan konsumen," ungkap Handoko.

Baca Juga: HMTI UGM Gelar INSPECTRA, Hadiah Total USD 1.300 Lebih

"Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas distribusi, tetapi juga untuk membuka peluang kemitraan bagi para pemilik toko obat, apotek, serta toko online," tutupnya.***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#obat #apotek #warisan budaya