Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mitos Atau Fakta Daging Kambing Dapat Tingkatkan Risiko Hipertensi, Begini Kata Ahli dari RSCM

Wulan Destiana Maharani • Selasa, 18 Juni 2024 | 17:02 WIB
Foto:Resep menu daging Kambing roasted lamb ala chef Noldy Herling. (Jawa Pos)
Foto:Resep menu daging Kambing roasted lamb ala chef Noldy Herling. (Jawa Pos)

RADAR MALIOBORO- Benarkah mengonsumsi daging kambing meningkatkan risiko hipertensi?

Atau hanya mitos belaka kalau daging kambing dapat menyebabkan hipertensi?

Untuk mengetahui fakta yang sebenarnya, yuk Simak informasi yang dibagikan oleh Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana Jakarta di bawah ini.

Dilansir dari Antara, Senin (17/8), Ahli Gizi Fitri Hudayani SST, M.Gz membantah mitos bahwa mengonsumsi daging kambing dapat meningkatkan risiko  seseorang terkena hipertensi dengan cepat.

Baca Juga: Usai Santap Daging Kurban Kolestrol Naik? Ini Dia 5 Makanan dan Minuman yang Ampuh Untuk Menurunkanya

“Daging kambing termasuk dalam kelompok lauk hewani yang mengandung lemak dalam jumlah sedang, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan,'' kata Ahli Gizi Fitri Hudayani SST, M.Gz.

Menanggapi soal mitos tersebut, Fitri mengatakan,  daging kambing ternyata memiliki efek positif bagi tubuh.

Sebagai sumber protein hewani, 40 gram atau setara dengan satu potong daging kambing ukuran sedang mengandung energi  75 Kkal, protein 7 gram, dan lemak 5 gram.

Baca Juga: Takut Kolesterol Naik Setelah Konsumsi Daging Kurban? Inilah Minuman Tradisional yang Mampu Menurunkannya

“Menambahkan bumbu kaya natrium dalam jumlah besar pada daging yang dimasak dapat meningkatkan risiko hipertensi. Misalnya garam dapur, kecap, atau bumbu penyedap,”kata Fitri Hudayani menjelaskan.

Daging kambing juga tidak menaikkan kadar kolesterol darah, lanjutnya.

Selama masyarakat mengonsumsinya dalam batas wajar, hanya menggunakan daging dalam kondisi yang bersih tanpa lemak sehingga kambuhmua penyakit tersebut dapat dicegah.

Baca Juga: Bertabur Visual, Acara Prada Dihadiri Jehyun NCT, Sana TWICE, Byeon Woo Seok, Hingga Artis Thailand, Win Metawin

“Makanya mengonsumsinya harus dibatasi secara bijak,” kata Fitri.

Fitri juga membantah bahwa daging kambing tidak boleh dicuci sebelum dimasak.

Mencuci daging sangat penting untuk  menghindari kontaminasi silang bakteri yang ada di pada daging.

Terjadinya kontaminasi silang juga dapat dicegah dengan cara memasak daging kambing sampai matang.

Baca Juga: Genre Musik Metal dan Segala Seluk Beluknya

“sementara penyimpanan daging kambing setelah dari rumah potong hewan (RPH) atau tempat pemotongan harus disimpan dengan baik, tidak dengan  tempat terbuka dan bila disimpan di lemari pendingin jangan dekat dengan makanan laind,” jelas Fitri Hudayani.***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kambing #daging #hipertensi