RADAR MALIOBORO- Benarkah mengonsumsi daging kambing meningkatkan risiko hipertensi?
Atau hanya mitos belaka kalau daging kambing dapat menyebabkan hipertensi?
Untuk mengetahui fakta yang sebenarnya, yuk Simak informasi yang dibagikan oleh Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana Jakarta di bawah ini.
Dilansir dari Antara, Senin (17/8), Ahli Gizi Fitri Hudayani SST, M.Gz membantah mitos bahwa mengonsumsi daging kambing dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi dengan cepat.
“Daging kambing termasuk dalam kelompok lauk hewani yang mengandung lemak dalam jumlah sedang, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan,'' kata Ahli Gizi Fitri Hudayani SST, M.Gz.
Menanggapi soal mitos tersebut, Fitri mengatakan, daging kambing ternyata memiliki efek positif bagi tubuh.
Sebagai sumber protein hewani, 40 gram atau setara dengan satu potong daging kambing ukuran sedang mengandung energi 75 Kkal, protein 7 gram, dan lemak 5 gram.
“Menambahkan bumbu kaya natrium dalam jumlah besar pada daging yang dimasak dapat meningkatkan risiko hipertensi. Misalnya garam dapur, kecap, atau bumbu penyedap,”kata Fitri Hudayani menjelaskan.
Daging kambing juga tidak menaikkan kadar kolesterol darah, lanjutnya.
Selama masyarakat mengonsumsinya dalam batas wajar, hanya menggunakan daging dalam kondisi yang bersih tanpa lemak sehingga kambuhmua penyakit tersebut dapat dicegah.
“Makanya mengonsumsinya harus dibatasi secara bijak,” kata Fitri.
Fitri juga membantah bahwa daging kambing tidak boleh dicuci sebelum dimasak.
Mencuci daging sangat penting untuk menghindari kontaminasi silang bakteri yang ada di pada daging.
Terjadinya kontaminasi silang juga dapat dicegah dengan cara memasak daging kambing sampai matang.
Baca Juga: Genre Musik Metal dan Segala Seluk Beluknya
“sementara penyimpanan daging kambing setelah dari rumah potong hewan (RPH) atau tempat pemotongan harus disimpan dengan baik, tidak dengan tempat terbuka dan bila disimpan di lemari pendingin jangan dekat dengan makanan laind,” jelas Fitri Hudayani.***
Editor : Iwa Ikhwanudin