Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Sejarah Jamu Ginggang Pakualaman yang Eksis Sejak 1930, Kini Kian Diminati Anak Muda!

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 26 Juli 2024 | 01:41 WIB
Jamu Ginggang Pakualaman (Instagram/Ayudiac-Jamuginggang.official)
Jamu Ginggang Pakualaman (Instagram/Ayudiac-Jamuginggang.official)

RADAR MALIOBORO - Di tengah gempuran minuman modern dan instan, Jamu Ginggang Pakualaman asal Yogyakarta tetap menunjukkan eksistensinya. Tidak hanya dikenal di kalangan orang tua, minuman tradisional ini kini semakin populer di kalangan anak muda yang mencari alternatif sehat dan alami.

Jamu ginggang merupakan minuman tradisional yang telah diwariskan secara turun temurun. Memiliki resep turun temurun dari Mbah Joyo yang merupakan tabib keraton Pakualaman. Kemampuan Mbah Joyo dalam meracik jamu dapet menyembuhkan banyak orang sehingga diakui oleh Sri Paduka Paku Alam VI 

Tabib keraton Pakualaman digantikan oleh Mbah Bilowo setelah Mbah Joyo wafat. Ia merupakan seorang pembuat jamu untuk Kanjeng Sinuwun Paku Alam VII. Kemudian jamunya disebut dengan Tan Genggang, Tan Genggang sendiri memiliki arti tak terpisahkan antara pihak Sri Paduka Paku Alam dengan jamu ginggang. Itu juga berarti Mbah Bilowo hanya boleh melayani pihak Keraton dan tidak untuk masyarakat luar.

Setelah Mbah Bilowo diperkenakan untuk melayani masyarakat umum, pada tahun 1930-an tempat itu berubah nama menjadi Genggang atau sering disebut Ginggang yang berarti berpisah atau boleh melayani masyarakat.

Setelah Mbah Bilowo wafat, usaha jamu dilanjutkan oleh Mbah Puspo Madya yang membuat jamu ini berjaya, dari jualan emplek-emplek kemudian terciptalah kedai jamu permanen yang diberi nama Jamu Ginggang. Kemudian dilanjutkan oleh Bu Dasiyah dan sekarang oleh Rudy Supriyadi yang merupakan generasi ke 5. 

“Resep jamu kami dari mbah buyut bernama Mbah Joyo adalah abdi dalem kraton Puro Pakualaman yang diberi tugas membuat jamu. Sampai sekarang kami masih memakai resep dari simbah dan resepnya kami bukukan serta pertahankan. Jadi jamu ginggang masih original dari resep aslinya dan proses pembuatannya.”ujar Pak Rudy Supriyadi penerus Jamu Ginggang generasi ke 5, dikutip dari website resmi dinas pariwisata Kota Yogyakarta

Nama Ginggang, yang lengkapnya jamu Jawa asli Tan Ginggang merupakan nama pemberian dari Sri Palu Alaman VI. Dalam bahasa Jawa mempunyai arti selalu akrab, rukun dan bersatu. 

Disini pengunjung bisa menikmati jamu langsung ditempat, jika masih bingung memilih jamu yang mana tinggal sebutkan saja keluhan kesehatannya pada penjual. Jamu disini umunya bisa mengobati berbagai penyakit seperti kembung, masuk angin, flu ataupun sakit perut. Jamu yang paling diminati disini antara lain kunir,beras kencur, temulawak dan empon-empon. Jamu Ginggang ini biasa buka setiap hari dari pukul 08.30 hingga 21.00 WIB. 

Alamat: Jl. Masjid No.32, RT.034/RW.09, Kauman, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55111

(Novianti Fitri Nadilah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tradisional #Pakualaman #jamu