Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Berikan Layanan Fisioterapi Gratis kepada Difabel di Sedayu Bantul, Begini Langkah Akademisi UGM

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 28 Agustus 2024 | 19:41 WIB
Layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gigi, dan fisioterapi secara gratis dilakukan FKKMK UGM di RKD Pinilih, Sedayu, Bantul (28/8/2024).  (Humas UGM untuk Radar Jogja)
Layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gigi, dan fisioterapi secara gratis dilakukan FKKMK UGM di RKD Pinilih, Sedayu, Bantul (28/8/2024). (Humas UGM untuk Radar Jogja)

BANTUL - Magister Ilmu Biomedis FKKMK UGM dan Magister Teknik Biomedis Sekolah Pascasarjana UGM menggelar kegiatan dengan Rumah Kebugaran Difabel (RKD) Pinilih, Kelurahan Argorejo, Sedayu, Bantul.

Tim beranggotakan 25 mahasiswa dan dua tenaga kependidikan. Didampingi dosen dr Rina Susilowati PhD dan dr Dyah Listyarifah MSc.

Mereka melaksanakan layanan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gigi, dan fisioterapi secara gratis.

Rina Susilowati mengatakan sebanyak 50 penyandang difabel dan keluarganya mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dan fisioterapi gratis.

Skrining kesehatan meliputi pemeriksaan indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar glukosa, asam urat dan kolesterol darah serta konsultasi dokter telah menjadi program rutin sejak tahun lalu.

“Sebagian besar pesertanya adalah ibu dan bapak yang memiliki anak difabel."

"Tidak dapat disangkal bahwa merawat para difabel sehari-hari di rumah tentunya memerlukan kekuatan jasmani dan rohani."

"Karena itu sangat penting bagi orang tua difabel untuk terus dapat menjaga kesehatannya,” kata Rina, Rabu (28/8/2024).

Sedangkan untuk layanan fisioterapi diikuti 20 orang penyandang disabilitas.

Sebagian besar penyandang cerebral palsy, dikerjakan oleh beberapa fisioterapis yang saat ini menjadi mahasiswa Magister Ilmu Biomedis FKKMK UGM.

“Layanan fisioterapi yang kami berikan penting untuk mencegah otot menjadi memendek dan kehilangan rentang geraknya,” katanya.

Baca Juga: Siap-siap Upgrade! Apple Konfirmasi Peluncuran iPhone 16 Pada 9 September

Diakui Rina, sebagian difabel penyandang cerebral palsy memerlukan bantuan untuk bisa hadir.

Dan mendapatkan layanan fisioterapi yang dilakukan oleh tim di RKD Pinilih.

Penderita cerebral palsy yang sudah berusia remaja menyulitkan keluarga untuk membawa pasien tersebut sekadar untuk berpindah ruang, apalagi ke luar rumah.

“Kami menjemput dan mengantar mereka ke lokasi pemeriksaan."

"Kami melihat orang tua difabel memperlihatkan semangat yang luar biasa,” katanya.

Pengurus RKD Pilinih, Maria Tri Suhartini, mengapresiasi pemeriksaan kesehatan dan pelayanan fisioterapi gratis oleh UGM.

Menurutnya sangat membantu penyandang disabilitas di Sedayu.

“Kami sangat senang, tahun ini layanannya beragam."

"Apalagi adanya layanan pemeriksaan gigi ini karena sangat jarang dilakukan,” katanya.

Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan lebih mengenal dan menggali kebutuhan difabel dengan keterbatasan fisik.

Sebab, kesulitan gerak dan bertindak karena keterbatasan fisik membuat rendahnya kemandirian difabel.

Diharapkan di masa depan pemahaman tersebut dapat digunakan untuk merancang alat yang dapat membantu mereka.

“Saya baru kali pertama berinteraksi dekat dengan difabel,” salah seorang mahasiswa Magister Teknik Biomedis ujar Aryo.

Editor : Iwa Ikhwanudin
#FKKMK UGM #cerebral palsy #layanan fisioterapi gratis #Layanan Kesehatan Gratis #sedayu bantul