RADAR MALIOBORO - Merokok adalah perilaku yang merugikan kesehatan seseorang, baik bagi perokok itu sendiri maupun orang di sekitarnya (perokok pasif).
Dikutip dari website Kementerian Kesehatan RI, merokok adalah penyebab utama dari penyakit tidak menular seperti penyakit stroke, hipertensi, jantung koroner, impotensi, gangguan janin, dan gangguan pernapasan.
Oleh karena itu, berhenti merokok adalah hal yang baik bagi kesehatan tubuh.
Namun, menghentikan diri dari kecanduan rokok bukanlah hal yang mudah.
Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dra. RA. Yayi Suryo Prabandari, M.SI, P.HD mengungkapkan, alasan utama seseorang sulit berhenti merokok dikarenakan kandungan nikotin dari rokok atau tembakau yang bersifat adiktif.
Prof. Yayi menjelaskan, nikotin akan melepaskan dopamin yang memberikan rasa nyaman bagi tubuh.
Ketika zat dopamin berkurang, maka rasa nyaman akan hilang dan akan timbul keinginan untuk kembali merokok.
Meskipun terdengar sulit, menghentikan kebiasaan merokok dapat dilakukan dengan beberapa tips berikut.
1. Menguatkan tekad dan tujuan untuk dapat berhenti merokok.
2. Mengurangi frekuensi merokok secara bertahan dan tidak secara langsung agar tubuh dan pikiran dapat terbiasa dan berhenti dari kecanduan nikotin.
3. Mengalihkan kebiasaan merokok dengan aktivitas yang lain, seperti mengunyah permen karet.
4. Mulai untuk melakukan aktivitas positif seperti olahraga.
5. Menghubungi dokter atau layanan upaya berhenti merokok yang telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan melalui 0-800-177-6565 pada hari Senin-Sabtu pukul 08.00 s.d 16.00 WIB.
Tips berhenti merokok tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran kepada para perokok agar dapat berhenti dari kebiasaan merokok, sehingga dapat merasakan berbagai manfaat seperti terhindar dari penyakit pernapasan dan penyakit lainnya.
Selain itu, berhenti merokok juga bermanfaat bagi orang sekitar yang termasuk dalam kelompok perokok pasif.
Kelompok tersebut nantinya akan mendapatkan kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik. (Fedora Reyvi Apta Nayottama)
Editor : Meitika Candra Lantiva