RADAR MALIOBORO - Kebiasaan rebahan sepanjang hari menjadi semakin umum.
Namun, kebiasaan ini menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh.
Para ahli kesehatan telah mengungkapkan bahwa terlalu lama berbaring dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya berbagai penyakit serius.
Penyakit jantung, misalnya, sering kali dihubungkan dengan gaya hidup yang kurang aktif.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang menghabiskan waktu lebih dari delapan jam sehari dalam posisi berbaring berisiko tinggi terkena penyakit jantung.
Jumlah lemak jahat dalam tubuh dapat bertambah akibat kurangnya aktivitas fisik, sehingga aliran darah pun terganggu.
Selain itu, diabetes tipe 2 juga menjadi ancaman bagi mereka yang gemar rebahan.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkat seiring dengan penurunan sensitivitas insulin, yang sering terjadi pada orang dengan gaya hidup sedentari.
Sebuah studi menyebutkan bahwa satu jam tambahan aktivitas fisik setiap hari dapat menurunkan risiko diabetes hingga 30%.
Tidak hanya itu, masalah kesehatan mental juga sering dialami oleh mereka yang terbiasa berbaring dalam waktu lama.
Kecemasan dan depresi dapat muncul akibat kurangnya interaksi sosial dan kegiatan fisik.
Hal ini menunjukkan bahwa dampak negatif rebahan tidak hanya fisik, tetapi juga emosional.
Oleh karena itu, disarankan agar waktu rebahan dibatasi dan diganti dengan aktivitas yang lebih sehat.
Berjalan kaki, berolahraga, atau bahkan melakukan aktivitas ringan di rumah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.
Kesadaran akan risiko yang mengintai seharusnya mendorong kita untuk lebih aktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Mari, mulai sekarang, ubah kebiasaan rebahan menjadi kebiasaan bergerak demi kesehatan yang lebih baik. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin