RADAR MALIOBORO - Selama bertahun-tahun, sarapan disebut-sebut sebagai "makanan paling penting dalam sehari".
Studi tentang intermittent fasting atau puasa berselang telah menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat membantu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak lebih efektif.
Ketika tubuh tidak diberi asupan makanan dalam jangka waktu tertentu, energi diambil dari cadangan lemak, sehingga penurunan berat badan menjadi lebih mudah terjadi.
Selain itu, kesehatan jantung juga dapat ditingkatkan dengan tidak sarapan.
Dalam sebuah penelitian, orang yang berpuasa selama 12-16 jam per hari ditemukan memiliki tekanan darah yang lebih stabil dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Namun, penting diingat bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi pada waktu makan berikutnya harus diperhatikan.
Tidak sarapan juga dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak.
Tanpa makanan di pagi hari, kadar insulin tetap stabil, sehingga konsentrasi dan fokus dapat lebih terjaga.
Hormon pertumbuhan juga diproduksi lebih banyak selama puasa, yang berperan penting dalam regenerasi sel dan pemeliharaan otot.
Walau begitu, pola makan ini tidak disarankan untuk semua orang.
Setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau aktif secara fisik.
Konsultasi dengan ahli gizi sangat dianjurkan sebelum menerapkan pola makan tanpa sarapan. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin