RADAR MALIOBORO - Konsumsi teh daun jati cina kini sedang naik daun karena diyakini bisa membantu menurunkan berat badan dan melancarkan pencernaan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik manfaatnya, teh ini ternyata dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan rahim.
Banyak orang yang belum menyadari bahwa teh daun jati cina mengandung senyawa pencahar alami yang berfungsi untuk merangsang gerakan usus.
Sayangnya, konsumsi jangka panjang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan rahim. Dilaporkan bahwa beberapa pengguna mengalami gangguan menstruasi, kram berlebih, bahkan nyeri panggul setelah rutin mengonsumsinya.
Selain itu, dalam jangka panjang, rahim dapat menjadi rentan terhadap infeksi karena keseimbangan bakteri alami terganggu. Senyawa aktif pada daun jati cina ternyata memengaruhi flora dalam sistem pencernaan dan reproduksi, yang bisa berujung pada gangguan kesehatan serius.
Ahli kesehatan juga menyarankan agar konsumsi teh daun jati cina dilakukan dengan bijak dan tidak setiap hari.
Terlalu sering mengonsumsi teh ini justru bisa melemahkan fungsi rahim dan berisiko menyebabkan ketergantungan pada pencahar.
Para wanita yang sedang dalam program kehamilan atau memiliki riwayat masalah kesehatan rahim juga sangat dianjurkan untuk menghindari teh ini.
Perlu diingat bahwa meski terlihat sebagai solusi instan untuk pencernaan atau penurunan berat badan, konsumsi teh daun jati cina harus diperhatikan dosisnya agar kesehatan rahim tetap terjaga. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin