RADAR MALIOBORO - Penggunaan pomegranate atau buah delima dalam produk skincare semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Kandungan antioksidan yang tinggi serta vitamin yang melimpah menjadi alasan utama buah ini digemari dalam industri kecantikan.
Namun, di balik manfaatnya yang melimpah, pomegranate juga menyimpan beberapa potensi risiko yang perlu diperhatikan.
Pomegranate dikenal kaya akan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan melawan tanda-tanda penuaan pada kulit. Kandungan vitamin C dan E dalam buah ini berperan dalam mencerahkan kulit, mengurangi hiperpigmentasi, serta merangsang produksi kolagen yang berfungsi menjaga elastisitas kulit.
Berkat manfaat tersebut, banyak produk skincare yang memasukkan ekstrak pomegranate sebagai salah satu bahan utama, baik dalam bentuk serum, masker, maupun pelembap.
Namun, kandungan pomegranate juga berpotensi menyebabkan iritasi, terutama pada kulit yang sensitif.
Senyawa alami dalam pomegranate yang bersifat asam dapat memicu reaksi alergi seperti kemerahan, gatal, atau bahkan ruam pada beberapa jenis kulit. Penggunaan berlebihan atau tanpa pengawasan juga berisiko merusak lapisan pelindung kulit, yang justru dapat membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi.
Oleh karena itu, penggunaan skincare berbahan pomegranate sebaiknya dilakukan dengan bijak.
Dianjurkan untuk melakukan uji coba pada area kecil kulit terlebih dahulu guna memastikan kulit tidak bereaksi negatif. Produk berbahan pomegranate juga perlu dipilih sesuai dengan jenis kulit agar manfaat yang diberikan dapat optimal tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.
Penggunaan pomegranate dalam skincare menawarkan manfaat yang signifikan, namun risiko yang mungkin ditimbulkan juga harus diperhatikan. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin