RADAR MAGELANG - Fenomena tidur lama namun tetap merasa mengantuk dan lelah adalah masalah yang dialami banyak orang. Padahal, mereka telah berusaha memenuhi kebutuhan tidur sesuai anjuran, yakni 7-9 jam per malam.
Sayangnya, tubuh justru terasa tidak segar, dan produktivitas pun terganggu. Fenomena ini kerap disebut sebagai sleep inertia atau tidur yang tidak berkualitas.
Menurut para ahli, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan seseorang tetap lelah meskipun sudah tidur lama. Faktor-faktor tersebut meliputi kualitas tidur yang buruk, siklus tidur yang terganggu, dan kebiasaan hidup yang tidak sehat.
1. Kualitas tidur yang buruk sering kali disebabkan oleh masalah seperti sleep apnea atau mendengkur, yang membuat pernapasan terganggu saat tidur. Hal ini menyebabkan tubuh terbangun tanpa disadari, sehingga mengganggu fase tidur dalam yang esensial bagi tubuh. Akibatnya, seseorang merasa lelah meski durasi tidurnya cukup.
2.Selain itu, siklus tidur yang terganggu juga menjadi penyebab umum. Tubuh manusia memiliki siklus tidur yang terbagi dalam beberapa fase, termasuk fase tidur ringan, tidur dalam, dan tidur REM (Rapid Eye Movement). Jika seseorang sering terbangun di tengah malam, siklus ini akan terputus sehingga tidur menjadi tidak berkualitas.
3.Para ahli juga menyoroti pengaruh kebiasaan hidup. Konsumsi kafein berlebihan, pola makan yang tidak sehat, dan minimnya aktivitas fisik dapat mengganggu kualitas tidur. Paparan cahaya dari layar gawai sebelum tidur juga diketahui memengaruhi kualitas tidur karena menekan produksi melatonin, hormon yang membantu tidur nyenyak.
Untuk mengatasi masalah ini, para ahli menyarankan beberapa langkah.
Menghindari kafein di sore hari, berolahraga secara teratur, serta menjaga rutinitas tidur yang konsisten dapat membantu memperbaiki kualitas tidur. Selain itu, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan bebas dari distraksi juga penting agar tidur menjadi lebih nyenyak.
Dengan memahami penyebab dan langkah pencegahan ini, diharapkan masyarakat dapat mengatasi masalah tidur yang tidak berkualitas dan merasa lebih segar setiap hari. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin